Penyulundupan 24.900 Benih Lobster dari Batam ke Singapura

Kurir Ribuan Lobster Dicurigai Saat Keberatan Mengangkat Koper
Oleh : Romi Candra
Selasa | 21-03-2017 | 15:14 WIB
lobsterselundupan2.jpg

Petugas menunjukkan sebagian benih lobster yang akan diselundupkan ke Singapura. (Foto: Romi Candra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Penangkapan terhadap AJ (36), pelaku penyelundupan 24.900 ekor benih lobster di Bandara Hang Nadim Batam, Senin (20/3/2017), dilakukan atas koordinasi petugas bandara dengan Polsek Bandara.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian mengatakan, puluhan ribu benih tersebut dibawa pelaku dengan cara dimasukkan ke dalam dua koper besar.

Kecurigaan terhadap gerak gerik pelaku, dilihat pertama kali oleh petugas Pesawat Lion Air. Pelaku tampak keberatan saat mengangkat koper tersebut. "Pelaku tampak mencurigakan saat mengangkat koper dari bagasi barang. Kemudian ditanya apa isinya, gelagatnya makin mencurigakan, sehingga prtugas itu mengajak ke Mapolsek Bandara," ungkap Memo, Selasa (21/3/2017).

Namun AJ justru terus berjalan keluar bandara, sehingga langsung dilakukan penangkapan. "Pengakuannya menerima upah 2 juta rupiah sekali membawa barang tersebut. Ia hanya sebagai kurir," tambah Memo.

Baca: Polisi Gagalkan Penyelundupan 24.900 Benih Lobster di Bandara Hang Nadim

Dilanjutkan, pihaknya juga masih memburu kawanan pelaku, yang berhasil kabur di Bandara Hang Nadim. "Kita masih dalami dari mana benih lobster ini dibawa. Namun kerugian negara mencapai miliaran," lanjutnya.

Berita sebelumnya, upaya penyelundupan sebanyak 24.900 benih lobster dari Jakarta, berhasil digagalkan aparat kepolisian yang berjaga di Bandara Hang Nadim, Senin (20/3/2017) sore, sekitar pukul 16.40 WIB.

Saat ini, puluhan ribu benih lobster yang ditenggarai menelan kerugian negara sebesar Rp3 miliar, langsung dibawa ke Polresta Barelang, beserta satu orang terduga pelaku yang berhasil diamankan, berinisial AJ (36). Selain itu, pihak dari Kantor Karantina Ikan Batam, juga langsung mendampingin untuk proses selanjutnya terhadap benih-benih tersebut.

Editor: Dardani