Imigrasi Batam Siap Tindaklanjuti Laporan TKA Bermasalah
Oleh : Romi Chandra
Sabtu | 11-02-2017 | 14:02 WIB
Kantor_Imigrasi_batam1.jpg

Kantor Imigrasi Kelas IA Batam. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dalam aksi demo buruh di depan kantor Wali Kota Batam, Senin (6/2/2017) kemarin, salah satu tuntutannya menolak tenaga kerja asing (TKA) yang tidak memiliki skil atau unskill.

Sebab, kedatangannya untuk bekerja juga patut dipertanyakan, karena kebanyakan dibawa oleh perusahaan asing yang menang tender, bukan datang sengaja dengan keterangan untuk bekerja.

Pemerintah Kota Batam, saat itu mengatakan akan berkoordinasi dengan Imigrasi untuk mengetahui berapa jumlah TKA yang bekerja di Batam dan menyelidiki apakah ada yang bermasalah.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Teguh Prayitno, saat dihubungi mengatakan, pihaknya terbuka untuk menindaklanjuti jika ada laporan dari masyarakat tentang TKA yang diduga bermasalah.

"Kalau kita bicara banyak, tentu harus tahu berapa jumlahnya, dan tempatnya bekerja dimana. Kami terbuka apabila ada laporan masyarakat tentang TKA dan akan ditindaklanjuti," ungkap Teguh.

Dilanjutkan, koordinasi yang dilakukan pihaknya dengan instansi terkait selama ini tetap terjalin, dan pihaknya sejauh ini juga berupaya melakukan tugasnya dengan baik.

"Bukan berarti di pusat industri harus ada masalah dengan TKA. Bukan berarti kalau tidak ada TKA yang ditindak, Imigrasi tidak bekerja," tegasnya.

Sementara sebelumnya, Panglima Garda Metal FSPMI Batam, Suprapto, mengatakan, untuk tenaga kerja asing unskill, atau tidak memiliki keahlian khusus yang bekerja disini, pemerintah sedang berkoordinasi dengan Imigrasi.

Namun dalam hal ini, pemerintah mengaku kewalahan, karena perusahaan asing yang menang tender, justru membawa tenaga kerja dari negaranya sendiri. Dengan kata lain, investasi yang dilakukan juga tidak ada gunanya.

"Kewalahan pemerintah, misalnya ada perusahaan luar, katakanlah dari Tiongkok menang tender, mereka juga bawa pekerja dari sana. Ini pemerintah belum bisa mrngatakan berapa jumlah TKA yang bekerja disini. Yang pasti, kita akan terus mendorong pemerintah bertindak untuk menolak TKA unskill," tegasnya.

Ditambahkan, para TKA yang dibawa oleh perusahaan yang menang tender tersebut, dokumen-dokumennya juga perlu dipertanyakan, apakah sesuai dengan tujuannya bekerja ke Indonesia atau tidak.

Editor: Yudha