Polda Kepri Amankan 196 Calon TKI Ilegal
Oleh : Hadli
Jum'at | 13-01-2017 | 08:00 WIB
tkiilegaldipoldakepri.jpg

Inilah sebagian dari 196 calon TKI ilegal yang diamankan Polda Kepri. (Foto: Hadli)

BATAMTODAY.COM, Batam - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri mengamankan ratusan calon TKI ilegal dari berbagai tempat penampungan ilegal di Batam, Kamis (12/01/2017) petang. Itu dilakukan untuk mencegah mereka bekerja secara ilegal di luar negeri.

Tidak hanya dari penampungan TKI yang tidak memiliki izin resmi, polisi juga mengamankan mereka di Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang baru tiba dari Surabaya.

"Total jumlahnya yang kita amankan hari ini ada 196 orang. Saat ini masih dalam proses pendataan" kata Direktur Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Eko Puji Nugroho kepada BATAMTODAY.COM, Kamis malam pukul 22.00 WIB.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga menambahkan, penanganan yang dilakukan guna mencegah para TKI ini untuk berangkat ke negri jiran Malaysia melalui jalur laut secara ilegal guna menghindari peristiwa mematikan, 2 November 2016 lalu.

"Sejauh ini masih pendataan administrasinya. Penanganan ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut seperti yang terjadi beberapa waktu lalu," kata Erlangga terpisah.

Pantauan BATAMTODAY.COM di Mapolda Kepri pukul 21.45 Wib, setelah ratusan calon TKI ilegal ini didata dalam bentuk format BAP (berita acara pemeriksaan), para calon TKI asal Madura ini dikumpulkan di pendopo lapangan apel Polda Kepri.

Meraka terlihat sedang menikmati makan malam yang disiapkan Ditreskrimum Polda Kepri. Tidak hanya ditempatkan di pondopo, sebagian dari mereka juga diizinkan untuk istirahat di lorong ruangan penyidik Ditreskrimum.

Kemudian, sebagian lainnya beristirahat di gedung People Semugling atau Sundit IV PPA Ditreskrimum Polda Kepri yang berada terpisah dari gedung utama Polda Kepri.

Selain memeriksa para calon TKI ilegal itu, polisi juga tampak memeriksa para tekong, orang yang berperan mengatur keberangkatan mereka secara ilegal.

Salah seorang calon TKI asal Madura Jawa Timur, Mahmudi mengatakan, dirinya baru pertama kali ini mau bekerja di luar negeri. Ia pingin mengikuti jejak saudaranya yang sudah beberapa kali bekerja di Malaysia. "Mau kerja di luar, diajak ke tempat saudara di Malaysia," ujarnya.

Abidi, calon TKI asal Jawa Timur Madura lainnya, juga mengaku baru pertama kali akan kerja ke Malaysia tanpa dokumen resmi. Ia diajak rekan sekampungnya yang sudah beberapa kali bekerja di Malaysia sebagai pekerja bangunan.

"Rata-rata kami berasal dari Madura. Kami cuma mau cari kerja di Malaysia, karena di sana (Madura) susah mencari pekerjaan," ujarnya.

Sementara itu, Suhadi calon TKI asal Madura lainnya juga mengaku sudah pernah bekerja di Malaysia melalui jalur tidak resmi.

"Ini ke dua kalinya, saya dua tahun bekerja sebagai pegawai bangunan di Malaysia," ujar Suhadi.

Editor: Dardani