Menanti Janji Rudi-Amsakar untuk Batam
Oleh : Ahmad Rohmadi
Selasa | 15-03-2016 | 08:00 WIB
image.jpeg
Saat amanah itu disematkan di pundak Rudi. (Foto: Ahmad Rohmadi)

SETELAH menunggu dua pekan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam terpilih, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad akhirnya resmi dilantik oleh Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani di Gedung Derah, Tanjungpinang, Senin, 14 Maret 2016. Kini keduanya tinggal merealisasikan janji-janji politiknya kepada masyarakat Batam. Apa saja janji-janji Rudi-Amsakra, berikut catatan wartawan BATAMTODAY.COM, Ahmad Rohmadi.  

Usai menyampaikan sumpah ikrar janji, secara resmi juga Rudi dan Amsakar menjadi pemimpin di Kota Batam yang dimana sebelumnya kursi jabatan tersebut diduduki oleh Ahmad Dahlan selama dua periode atau dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Prosesi serah terima jabatan pun juga langsung digelar di Batam, tak lama usai acara pelantikan. Disaksikan Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan sejumlah pejabat dari DPRD Batam, FKPD, dan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Ahmad Dahlan harus rela menyerahkan jabatannya kepada sosok yang sebelumnya menjadi wakilnya itu.

"Tidak, saya tidak sedih. Bagi saya itu sudah menjadi hal yang biasa dalam pemerintahan," kata Dahlan singkat.

Ikhlas atau tidak melepas jabatannya itu hanya dirinya dan Tuhan yang tahu, namun raut wajah gembira terlihat disosok pria berkumis itu, juga didampingi oleh Mariana Dahlan yang tak lain adalah sang istri yang selalu mendukung penuh langkah suaminya.

Ahmad Dahlan dan Muhammad Rudi mulai menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam pada tahun 2011 silam dan berakhir masa jabatan keduanya pada 1 Maret 2016 lalu. Dan sebelum itu Dahlan juga menjabat sebagai Wali Kota Batam pada tahun 2006-2011, diperiode pertamanhya itu jabatan Wakil Wali Kota Batam diduduki oleh Ria Saptarika.

Terganjal dengan aturan, Ahmad Dahlan pun tidak bisa maju lagi dalam pilkada serentak 9 Desember 2015 lalu, dan akhirnya kedua wakilnya pada periode pertama dan kedua pun bertarung untuk merebut kursi singgasana yang pada waktu itu ia duduki selama 10 tahun tersebut. Rudi berpasangan dengan Amsakar dan Ria berpasangan dengan Sulistiana.

Pesta demokrasi itu pun akhirnya dimenangkan oleh Rudi yang berlatarbelakang politisi kader dari Partai Demokrat dan Amsakar yang berlatar berlatar belakang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan jabatan terakhirnya sebelum maju dalam Pilkada ada sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kota Batam.

Keduanya, kini sudah resmi menjadi nahkoda Kota Batam. Rudi yang biasanya berkata hanya seorang wakil dan tidak bisa mengambil kebijakan kini sudah tidak bisa lagi mengatakan hal itu. Tentu janjinya pada waktu kampanye dulu saat ini ditunggu 1,2 juta penduduk Batam meskipun tidak semua masyarakat memilihnya.

"Pemilu sudah selesai tidak ada lagi yang mendukung sana atau mendukung sini. Jadi semua harus dukung Pak Rudi dan Pak Amsakar," pesan Wagub Kepri, Nurdin Basirun pada saat sebagai acara serah terima jabatan Wali Kota Batam.

Pesan mantan Bupati Karimun tersebut tentu juga mengisyaratkan bahwa seluruh masyarakat yang tinggal di Kota Batam ini merupakan masyarakat yang harus diayomi oleh wali kota dan wakil wali kota kendati ada beberapa dari masyarakat tersebut tidak mendukung saat pencalonannya.

Pada acara tersebut Wajah sumeringah terlihat di wajah Rudi dan Amsakar yang masing-masing didampaingi oleh sang istri, dan saat disinggung langkah awal setelah dilantik Rudi hanya menyampaikan secara global dan sabagaimana yang disampaikan pada visi misinya saat menyalonkan diri lalu.

"Langkah awal tentu kita akan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) nya baik para pegawai sendiri maupun masyarakat Kota Batam, untuk lebih jelasnya besok saja karena besok saya akan beri arahan semua SKPD," kata Rudi.

Rudi menjelaskan bahwa pihaknya belum berbicara tentang pergantian kepala SKPD sampai enam bulan kedepan dan menurutnya ia fokus bagaimana bisa memacu kinerja para SKPD saat ini tujuh kali lipat dari saat ini. Ia juga menyampaikan tidak memberikan target namun yang diingkinkan adalah semua SKPD bisa bekerja sesuai dengan visi dan misinya.

Adapun visi dan misinya tersebut yaitu :

VISI :”Terwujudnya Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang Berdaya Saing, Maju, Sejahtera, dan Bermartabat”.

Untuk itu, gagasan makro dalam visi tersebut dijabarkan lagi ke dalam 6 MISI yang lebih terukur, yakni :
1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan, akuntabel, dan mengayomi,
2. Mewujudkan SDM Daerah yang  bertaqwa, berdayasaing, dan masyarakat yang sejahtera,
3. Mewujudkan tata ruang kota yang berwawasan lingkungan, infrastruktur kota yang modern, serta penataan permukiman yang ramah, asri dan nyaman sesuai nilai budaya bangsa,
4. Mewujudkan penguatan sektor industri dan peningkatan peran sektor jasa, perdagangan, pariwisata, alihkapal, maritim dan pertanian/perikanan dalam menopang perekonomian daerah,
5. Mewujudkan penguatan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM dan Koperasi yang bersinergi dengan kebutuhan industri dan pasar domestik, serta
6. Mewujudkan percepatan pembangunan di daerah kepulauan sebagai penopang dan penyangga perekonomian Kota Batam.

Kemudian secara operasional, visi dan misi tersebut dijabarkan lagi ke dalam sejumlah program kerja. Dalam hal ini,telah disusun 57 program penting yang akan dilaksanakan sesuai dengan misi yang telah dirumuskan itu.

A. Tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan, akuntabel, dan mengayomi, ada 10 program kerja yang akan dilaksanakan, yakni :
1). Fasilitasi penyusunan RPJM Kelurahan melalui Rembuk Warga di Tingkat RT dan RW.
2). Peningkatan peran RT dan RW dalam pelayanan masyarakat serta pemberian insentif yang layak kepada RT dan RW.
3). Penerapan e-Government, Standar Operasional Prosedur dan Standar Pelayanan Minimal di setiap aspek pelayanan publik.
4). Evaluasi kinerja Aparatur Pelayanan Publik melalui studi Indeks Kepuasan Masyarakat.
5). Peningkatan disiplin, kualitas kerja, dan kompetensi aparatur pelayanan publik melalui pendidikan dan pelatihan.
6). Penerapan seleksi jabatan struktural bagi aparatur melalui panitia seleksi yang independen dan profesional.
7). Pemberian sanksi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur.
8). Revitalisasi asset-asset daerah.
9). Optimalisasi Pendapatan Daerah melalui Intensifikasi dan Ekstensifikasi serta penerapan pembayaran pajak dan retribusi daerah secara online.
10). Sinkronisasi Kebijakan SKPD dengan Program dan Kegiatan Provinsi dan Pemerintah Pusat.

B. Mewujudkan SDM Daerah yang  bertaqwa, berdayasaing dan masyarakat yang sejahtera, maka akan dilaksanakan 12 Program, yakni :
1). Penyediaan infrastruktur pendidikan yang representatif dan merata.
2). Peningkatan kualitas pengajar dan kuantitas alat pembelajaran.
3). Bantuan fasilitas pendidikan, beasiswa berprestasi dan peralatan penunjang pendidikan.
4). Peningkatan pelayanan kesehatan rawat inap di Puskesmas.
5). Peningkatan pelayanan kesehatan yang menjangkau hingga ke pulau terpencil.
6). Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat miskin berupa rumah layak huni dan sarana pendukungnya, beras miskin, serta sembako murah.
7). Bantuan pendidikan dan kesehatan gratis bagi anak-anak keluarga miskin.
8). Bantuan ekonomi bagi usaha masyarakat miskin berupa pelatihan dan pendanaan melalui koperasi.
9). Peningkatan kerukunan dan pembauran antar umat beragama.
10). Peningkatan kesejahteraan pemuka agama.
11). Penyediaan fasilitas kepemudaan dan keolahragaan, serta
12). Peningkatan prestasi olah raga ke tingkat regional dan internasional.

C. Mewujudkan Tata Ruang Kota Yang Berwawasan Lingkungan dengan Infra-struktur Perkotaan Yang Modern serta Penataan Permukiman yang Ramah, Asri, dan Nyaman, kami menetapkan 8 Program yang akan dilaksanakan, yaitu :
1). Penerapan One Stop Service sesuai standar pelayanan minimum yang mudah, cepat dan bersahabat
2). Penyediaan 30% anggaran infrastruktur perkotaan.
3). Penyediaan dan penataan tata kelola transportasi massal.
4). Penyediaan lebih dari Rp 1 miliar anggaran untuk setiap kelurahan melalui program percepatan infrastruktur kelurahan.
5). Peningkatan kualitas kebersihan dan keindahan kota.
6). Penyediaan dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana lingkungan permukiman.
7). Penataan keindahan dan perapian bangunan yang menyalahi aturan.
8). Penyediaan taman kota dan lahan terbuka hijau bagi masyarakat.

D. Mewujudkan Penguatan Sektor Industri dan mendorong Peningkatan peran Sektor Jasa, Perdagangan, Pariwisata, Alihkapal, Maritim dan Pertanian/ Perikanan dalam menopang Perekono-mian Daerah. Untuk melaksanakan Misi ini,  telah ditetapkan 15 program sebagai berikut :
1). Menyusun Program Kesepakatan Bersama dengan Badan Pengusahaan Batam untuk Tahun 2016-2021.
2). Mengembangkan sinkronisasi tata ruang, investasi, dan manajemen pertanahan secara terpadu.
3).  Meningkatkan sistem pengaturan dan pelaksanaan investasi yang optimal melalui pelayanan terpadu dan penyediaan informasi potensi investasi Kota Batam.
4).  Mendorong iklim investasi yang sehat untuk menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran.
5).  Optimalisasi dukungan dan fasilitasi kawasan industri baru yang membuka kesempatan kerja.
6). Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas potensi jasa dan perdagangan untuk kebutuhan domestik dan perdagangan.
7). Memperkuat UMKM dan IKM agar memiliki akses ke pusat perdagangan modern dan internasional.
8).  Meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat nelayan dan petani melalui pembinaan usaha budi daya perikanan, peternakan, dan pertanian.
9). Meningkatkan penataan, pengawasan dan perlindungan hutan melalui reboisasi dan rehabilitasi lahan kritis, pemeliharaan tanaman penghijauan di bahu jalan, serta peningkatan pengawasan hutan lindung.
10). Meningkatkan kualitas dunia wisata melalui sertifikasi kepariwisataan.
11). Mendorong berdirinya pusat kuliner nasional maupun kuliner mancanegara dengan pola zoning eksklusif.
12). Mengembangkan obyek dan produk pariwisata, serta kualitas destinasi wisata secara terpadu berbasis pesisir dan budaya yang didukung oleh pemasaran dan promosi yang optimal.
13). Memfasilitasi berdirinya pusat batik Asean, pusat retail kerajinan, serta pusat fashion modern dan tradisional.
14). Meningkatkan pengawasan terhadap TKA serta meningkatkan kualitas dan sertifikasi tenaga kerja dengan memfungsikan Balai Latihan Kerja menyongsong tantangan MEA.
15). Mendorong dan memfasilitasi tumbuhnya Koperasi Bahan Pokok dan Koperasi Simpan Pinjam untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.

E. Mewujudkan Penguatan Ekonomi Kerakyatan berbasis UMKM dan Koperasi yang bersinergi dengan Kebutuhan Industri dan Pasar Domestik. Dalam hal ini, ditetapkan 5 Program untuk dilaksanakan, yakni :
1). Peningkatan modal dan operasional pelayanan kredit BLUD bagi UMKM.
2). Membangun pusat inkubasi UMKM.
3).   Memfasilitasi peningkatan standar mutu produk UMKM sehingga memenuhi kebutuhan industri.
4). Mengadakan pelatihan dan bimbingan kewirausahaan, serta
5). Memfungsikan balai latihan kerja sebagai media pelatihan dan pengembangan UMKM dan Koperasi.

F. Percepatan Pembangunan wilayah Kepulauan Sebagai Penopang Perekonomian Kota Batam, telah ditetapkan 7 Program, yakni :
1). Pembangunan secara bertahap infrastruktur jalan, pelantar dan jembatan di seluruh wilayah kepulauan.
2). Pemenuhan kebutuhan kelistrikan dengan menggunakan teknologi panel surya.
3). Pembangunan akses komunikasi yang lebih baik bagi masyarakat kepulauan.
4). Pemberian bantuan penunjang kebutuhan dasar pendidikan dan kesehatan untuk anak anak pesisir.
5). Pemberian bantuan peralatan tangkap, budidaya dan fasilitasi keuangan bagi usaha nelayan.
6). Pelatihan usaha ekonomi baru bagi keluarga nelayan, serta
7). Pembangunan potensi pulau-pulau untuk menjadi tujuan investasi agricultur, kemaritiman dan daerah pengembangan baru.

Sedangkan program unggulan Rudi-Amsakar disingkat dengan RAMAH yaitu :

* Revitalisasi infrastruktur kota dan mempersiapkan kanal banjir terintegrasi di beberapa titik simpul perkotaan menuju kota madani.
* Alokasi beasiswa penuh untuk siswa berprestasi yang diterima pada universitas unggulan di Indonesia.
* Menumbuhkembangkan iklim investasi yang sinergis dan menguntungkan bagi pelaku usaha, pekerja dan segenap stakeholder di daerah serta memfasilitasi tumbuhnya Koperasi Bahan Pokok dan Koperasi Simpan  Pinjam untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.
* Alokasi dana lebih dari satu milyar rupiah untuk Infrastruktur tiap-tiap Kelurahan Se-Kota Batam.
* Hasilkan APBD Batam menjadi lebih dari empat trilyun rupiah sampai tahun 2021.

Janji adalah komitmen, siapa pun yang abai dan lalai dengan janjinya, berarti dia tidak komit. Sudah pasti, para politisi yang suka ingkar janji, akan dihukum oleh rakyat. Untuk itu, mari kita dukung Rudi-Amsakar memimpin Batam lima tahun mendatang. 

Editor: Dardani