Orang Tua di Batam Resah, Khawatir Anaknya Terjerumus Judi Gelper
Oleh : Harun Al Rasyid
Sabtu | 12-03-2016 | 16:25 WIB
IMG_20160229_204814.jpg
Seorang anak sedang tekun menyimak di "sekolah judi" Gelper E-Zone. (Foto: Batamtoday.com)


BATAMTODAY.COM, Batam - Maraknya tempat perjudian berkedok gelanggang permainan elektronik (Gelper) yang tersebar di berbagai wilayah Batuaji dan Sagulung Batam, kian meresahkan masyarakat. Terutama para orang tua anak-anak usia sekolah. Mereka merasa khawatir anaknya terjebak dalam permainan orang dewasa tersebut. 

"Jelas kita sebagai orang tua khawatir, takut anak kita ikut-ikutan jadi penjudi. Walaupun mungkin tidak di tempat gelper, di tempat lain kan juga bisa,"ujar Marlina, warga Puskopkar, Batuaji, kepada BATAMTODAY.COM, Sabtu (12/3/2016). 


Menurut Lina, seorang ibu rumah tangga di Sagulung, keberadaan gelper memberikan contoh yang tidak baik kepada anak-anak. Seakan-akan permainan dengan menggunakan mesin ketangkasan elektronik ini memberikan pelajaran secara langsung kepada generasi muda. Apalagi tempat beroperasinya gelper berada di pemukiman warga atau bersama dengan permainan anak-anak. 

"Contoh seperti di Mitra Mall, Pasar Sagulung, kan bersebelahan dengan permainan anak-anak. Harusnya dipisahkan, yang jenisnya judi di tempat lain, jauh dari pantauan anak-anak," tutur Lina. 

Sementara itu, keluhan yang sama diungkapkan Afrizal, warga Perumnas Sagulung Batam. Disampaikan Afrizal, bukan baru sekarang kekhawatiran itu terbesit dalam pikirannya. Sejak beroperasinya pasar malam dengan aneka permainan berbau judi, dadu, apalagi gelper yang menjamur di tempat-tempat pembelanjaan umum, menambah rasa khawatir akan dampak yang ditularkan. 

"Biasanya anak-anak minta uang untuk jajan, malah dipakai untuk berjudi. Mungkin tidak langsung ke gelper tapi bermain sama anak-anak yang jenisnya judi. Berawal dari judi-judi yang kecil lama kelamaan tambah berani," kata Afrizal. 

Wajar saja Marlina dan Afrizal merasa khawatir buah hati mereka terjerumus ke dalam aktifitas perjudian. Pasalnya, beberapa waktu lalu ketika wartawan BATAMTODAY.COM melakukan investigasi, ternyata banyak bocah-bocah yang turut menyaksikan secara langsung praktek judi berkedok gelper ini. 

Mirisnya, diantara beberapa anak-anak usia sekolah ini bahkan rela berdiri berjam-jam hanya untuk menyaksikan permainan elektronik tersebut. Lebih parahnya lagi, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan dibiarkan saja beroperasi kendati sudah sering digrebek dan disegel. 

"Kalau memang ditutup yah sudah ditutup permanen jangan dibuka lagi. Atau pindahkan saja di tempat lain, khusus buat judi. Jangan di sini, dampaknya kepada kami bukan mereka (para penjudi,red)," pungkasnya. 

Editor: Dardani