November 2017, Fly Over Simpang Jam Diperkirakan Selesai
Oleh : Ahmad Rohmadi
Jum'at | 11-03-2016 | 10:36 WIB
fly_over.jpg
ilustrasi flyover di Simpang Jam Batam (foto; ist)

BATAMTODAY.COM, Batam – Pembangunan jembatan layang atau flyover yang dibangun di Simpang Jam ditargetkan selesai pada November 2017 mendatang. Pembangunan fisik sendiri saat ini tengah dikerjakan di Simpang Jam.

Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satket P2JN) Provinsi Kepri dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir Yanto Apul Sirait mengatakan, kedua flyover tersebut dibangun dari arah Batuampar menuju bandara.

"Pembangunan flyover di simpang jam sudah dikerjakan mulai 17 Desember 2015 dan diperkirakan selesai pada 17 Nopember 2017,” kata Yanto, Jumat (11/3/2016).

Flyover di Simpang Jam dibangun dua lajur, masing-masing satu jalur dengan lebar lajur masing-masing 16,1 meter. Panjang jalan sepanjang 460 meter dan titik tertinggi 9 meter dari permukaan tanah. Dengan anggaran yang digunakan dari Angaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementrian PU sebesar Rp180 miliar.

Saat ini, sebutnya, hambatan yang ditemui pihaknya adalah utilitas seperti kabel listrik, pipa air dan gas yang berada dibawah tanah. Menurutnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti PT PLN, PT ATB, PGN, Telkom dan lainnya, terkait utilitas tersebut.

“Sejauh ini tidak ada hambatan yang sangat berarti. Masalah utulitas sudah kita bicarakan bersama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Batam, Yumasnur mengatakan, pembangunan flyover ini merupakan kebutuhan masyarakat Batam. Pemko Batam telah berkoordinasi dengan BP Batam, Pemerintah Provinsi dan Kementerian PU terkait pembangunan flyover.
 
Menurutnya, dengan dibangunnya dua flyover tersebut, bisa mengurangi kemacetan di Kota Batam. Untuk kendaraan dari arah Batuampar menuju bandara, bisa langsung lewat atas.

“Jalan yang dibawah tetap difungsikan dan tentunya bisa mengurangi kemacetan,” ungkapnya.

Yumasnur menjelaskan, karena dibangun di tanah Melayu, flyover ini tentu akan mendapat sentuhan ornamen melayu, dengan meijta masukan dari Lembaga Adat Melayu Batam .

Sedangkan untuk flyover di Simpang Kabil masih dalam proses. Flyover tersebut mempunyai ukuran yang sama dengan flyover di Simpang Jam dan menelan anggaran Rp200 milyar dan direncanakan pembangunannya dimulai Agustus 2016.

Pembangunan flyover tentu diharapkan dapat mengurai kemacetan, terutama di dua simpang yang akan dbangun flyover tersebut, yakni simpang jam dan simpang kabil. Dua simpang tersebut merupakan simpang terpadat yang paling banyak dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Editor : Udin