Inilah Kronologi Hilangnya Caca, Gadis Belia di Batam
Oleh : CR12
Selasa | 06-10-2015 | 17:01 WIB
IMG00045-20151006-1204.jpg
Rusdianto, ayah Caca yang terus mencari putri kesayangannya. (Foto: CR12)

BATAMTODAY.COM, Batam - Hingga saat ini, keluarga Salsabillah Anisa Rusdi alias Caca (11) bersama dengan teman-temannya terus mencari gads belia ini. Tim buser dari Polsek Batuaji Batma juga sudah terlebih dahulu bergerak mencari gadis belia yang hilang sejak Senin, (5/10/2015) itu. 

Inilah kronologi hilangnya gadis belia 6 Sekolah Dasar (SD) tersebut. Baca : Lagi, Gadis Belia di Batam Dilaporkan Hilang

Keluarga besar Caca menyadari kehilangan anaknya saat mendapat telfon dari guru ngaji. Dengan mimik wajah sedih, ditemani sang istri Anisa Yuliani (32), Rusdianto (39) menceritakan awal kehilangan anaknya kepada pewarta Selasa, (6/10/2015).

"Anak saya pergi ngaji diantar sama ibunya (Anisa, red) jam 16.00 WIB. Sampai di Masjid itu (Masjid Istiqomah, red) ibunya masih nunggu sekitar 10 menit begitu untuk memastikan dia (Caca) masuk kedalam masjid. Begitu sudah memastikan bahwasanya da masuk, baru istri saya pulang," tutur ayah dua anak itu.

Seperti layaknya murid pengajian yang lain, Caca harus menunggu sejenak untuk mendapatkan giliran mengaji. Saat itu Caca mengisi kekosongannya dengan berkomunikasi melalu handphone genggan (HP) yang memang sengaja dikasi orang tuanya.

Rusdianto menerusnya penuturannya, dirinya mendapatkan informasi dari Putri (12), salah satu teman korban sesama siswa pengajian. Saat itu sang anak sedang berkomunikasi dengan seorang teman lelaki. Dari keterangan Putri diketahui, Caca diajak untuk bertemu dengan lelaki yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya tersebut dibelakang masjid, tepatnya di sekitar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Putra Jaya.

"Pas di dalam Caca masih belum mendapat giliran mengaji. Terus anak saya itu lagi sms sama teman prianya. Mereka janjian ketemu dibelakang masjid didekat SMK Putra Jaya," kata Yusdianto.

Lantaran mendapatkan ajakan teman, Caca mau begitu saja pergi meninggalkan tempat pengajian. Kendati pun belum mendapat giliran mengaji.

Melihat hal tersebut, Putri berusaha menperingatinya untuk tidak pergi begitu saja. Sebab, sekarang lagi maraknya kasus-kasus kriminalitas. Tapi peringatan sang teman tidak diindahka Caca. Caca pun tetap pergi.

"Jangan mau diajak jumpa. Bahaya sekarang, apalagi dengan orang yang tak dikenal. Pokoknya jangan deh," kata Rusdianto menirukan Putri.

Sekitar pukul 17.00 WIB Rusdianto mendapat kabar dari guru ngaji tempat Caca. Dari komunikasi via telephone tersebut diketahui ternyata sang anak tidak mengikuti acara pengajian seperti biasanya. Sejurus kemudian Rusdianto bergegas pergi mencarinya ke masjid, dan berusaha menghubungi anaknya, tetapi hasilnya nihil.

"Saya dapat telephone dari guru ngajinya. Kata guru ngajinya, dia tidak masuk. Saat itu saya panik, dan bertanya kemana kira-kira anak saya itu. Terus saya cari ke masjid tetapi tidak ada. Saya hubungi nomor HPnya juga tidak dijawab. Dia pake dua nomor. Nomor yang satunya tidak diangkat jadi, saya telephone yang nomor Indosat, nah saat itu yang angkat suara cowok tapi langsung dimatikan" terang ayah korban.

Lantas karena tak menemukan keberadaan anaknya, dengan dibantu beberapa tetangga korban, mereka berusaha mencari Caca dan melaporkan kehilangan ini kepada Polsek Batuaji Batam.

Editor: Dardani