Dinkes Berupaya Tekan Pernikahan Dini di Lingga
Oleh : Wandy
Selasa | 10-09-2019 | 10:04 WIB
dinkes-lingga.jpg
Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Lians Dwi Santy. (Wandy)

BATAMTODAY.COM, Lingga - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kabupaten Lingga terus berupaya menekan angka pernikahan dini di Kabupaten Lingga. Karena mengingat Kabupaten Lingga masuk dalam daerah stunting.

Hal tersebut disampaikan Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Lians Dwi Santy. Pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam menekan angka pernikahan dini dengan melakukan sosialisasi ke lingkungan masyarakat maupun ke sekolah-sekolah.

"Karena kita di sini sifatnya hanya mencegah jangan sampai terjadinya pernikahan dini. Dikarenakan, baik dalam segi reproduksi masih belum kuat. Sebab, layaknya seorang perempuan itu menikah di umur 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Disamping itu Kabupaten Lingga juga masuk dalam daerah stunting," kata Santy kepada BATAMTODAY.COM, Senin (9/9/2019).

Menurut Santy, pernikahan di bawah umur itu sangat rentan sekali baik itu dari segi kondisi kehamilan maupun kondisi anaknya nanti. Selain itu anak-anak yang melakukan pernikahan dini juga masih sangat labil dalam menentukan segala hal.

"Sehingga nantinya akan timbul permasalah seperti masalah ekonomi keluarga, jika suaminya belum memiliki pekerjaan tetap tentu akan menjadi suatu permasalahan yang mana akan berefek pada keharmonisan rumah tangga, karena kita ketahui usia dini ini masih banyak keinginan dan kepuasan yang ingin mereka capai," bebernya.

Pernikahan dini juga bisa mengakibatkan timbulnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ketentuan yang menjadi korban adalah perempuan.

"Sebab, KDRT itu bukan hanya bentuk fisik saja melainkan fisikologis juga karena kondisi calon ibunya bisa tertanggu serta anak yang lahir nantinya menjadi tidak sempurna," katanya.

Sehingga, pihaknya berharap kepada generasi remaja khususnya di Kabupaten Lingga jangan sampai terjadi pernikahan dini.

"Menikahlah di usia yang tepat, sebab pernikahan memerlukan kesiapan dalam segala hal. Jadilah generasi remaja yang membanggakan untuk keluarga, negara dan bangsa," pungkasnya.

Editor: Chandra