Diterjang Angin Kencang, Tower Bentara FM Timpa Rumah Warga di Belakang Padang
Oleh : Hendra
Jumat | 07-06-2019 | 11:04 WIB
tower-tumbang-bkl.jpg
Kondisi rumah warga tertimpa tower Bentara FM di Belakang Padang, Kota Batam akibat diterjang angin kencang, Kamis (6/6/2019). (Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Angin kencang beserta hujan deras yang sering terjadi belakangan ini, berujung dengan tumbangnya salah satu tower milik stasiun radio swasta dan menimpa rumah warga di Kecamatan Belakang Padang, Batam.

Tower milik stasiun radio lokal Bentara FM tersebut diketahui tumbang dan menimpa rumah milik Melki (43), warga Kampung Batu Gajah, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Belakang Padang pada Kamis (06/06/2019) kemarin.

Meski tak ada korban jiwa saat kejadian, namun korban materi dan kesibukan membersihkan puing-puing rerentuhan harus dialami pemilik rumah.

Kapolsek Belakang Padang, AKP Ulil Rahim saat dihubungi BATAMTODAY.COM menyampaikan, saat kejadian pemilik rumah memang sedang berada di luar dalam rangka lebaran.

Ulil mengatakan, melalui keterangan yang dihimpun pihak kepolisian di lapangan, awalnya saat itu memang sedang hujan deras, disertai angin kencang. Sekitar pukul 14.00 WIB, selang beberapa menit kemudian warga tiba-tiba mendengar suara gemuruh dan dentuman benda roboh.

"Dan memang benar, tower setinggi 35 Meter itu roboh. Kata warga tower itu memang tidak terawat lagi setelah ditinggal pengelolanya yang pindah," terang Ulil.

Sejauh ini ditaksir kerugian yang dialami korban mencapai belasan juta Rupiah, lantaran kerusakan atap hingga bagian dalam rumah yang cukup parah.

Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Tanjung Sari, H Musa saat dikonfirmasi melalui seorang narasumber BATAMTODAY.COM atas nama Romulus yang berada di Belakang Padang, membenarkan bahwa tower tersebut memang telah dua tahun tak dirawat sejak ditinggalkan oleh pengelolanya.

H Musa selaku Ketua RW berharap agar pemilik tower segera datang membersihkan lokasi dan memberi ganti rugi terhadap rumah milik warga Melki yang tertimpa rerentuhan tersebut.

Editor: Gokli