Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-111

Kapolda Kepri Ajak Masyarakat Jaga Suasana Selalu Kondusif Penuh Harmoni dan Persatuan
Oleh : Hadli
Senin | 20-05-2019 | 17:52 WIB
harkitnas-polda1.jpg
Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 tahun 2019 Polda Kepri. (Foto: Hadli)

BATAMTODAY.COM, Batam - Polda Kepri menggelar upacara Kebangkitan Nasional ke-111 di Mapolda Kepri, Senin (20/5/2019) pukul 08.00 wib.

Inspektur Upacara langsung diambil Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto yang dihadiri oleh Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, Para Pejabat Utama Polda Kepri serta Personil dan PNS Polda Kepri.

Amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara yang dibacakan oleh Kapolda Kepri menyampaikan saat ini masih berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

"Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita," ujarnya.

"Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar," sambung Jendral Bintang dua tersebut.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema "Bangkit Untuk Bersatu". Kebangkitan untuk persatuan. Tambahnya, masyarakat sebangsa dan setanah air, bangsa ini adalah bangsa yang besar, yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad.

"Kuncinya ada dalam dwilingga gotong-royong. Menurut Bung Karno gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjoangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama, itulah gotong royong," tuturnya.

Kapolda meneruskan, sebagaimana diserukan oleh bapak Presiden Joko Widodo pada pidato di depan sidang tahunan majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tahun 2018 lalu, dari tanah minang kita diimbau dengan petuah "barek samo dipikul, ringan samo dijinjiang".

Kita juga, katanya, diwarisi pepatah sunda yang berbunyi "sacangreud pageuh, sagolek pangkek". Dari bumi anging mamiri kita bersama-sama belajar "reso temmangingi, nama-lomo, nale-tei, pammase dewata". Dari bumi gora, kita diminta: "bareng bejukung, bareng bebose". Dari banua banjar kita bersama-sama menjunjung "waja sampai kaputing". Semua menganjurkan bekerja secara gotong royong.

Lebih jauh disampaikan, dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia. Bersama negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang.

"Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan. Memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global. Indonesia bangkit! Indonesia bersatu!," ujarnya mengakhiri.

Editor: Yudha