Kunjungi EDB Singapura, Nurdin Yakinkan Keamanan Investasi dan Berwisata di Kepri
Oleh : Charles Sitompul
Kamis | 24-08-2017 | 19:38 WIB
Nurdi-ke-Singapur-temui-Beh.gif
Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun, melakukan pertemuan dengan pimpinan biro perdagangan Pemerintah Singapura, Beh Swan Gin, di Kawasan Kampung Glam, Singapura, Kamis (24/8/2017) siang.(Foto: Charles Sitompul)

BATAMTODAY.COM, Singapura - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun melakukan pertemuan dengan pimpinan biro perdagangan pemerintah Singapura atau Chairman Singapore Economic Development Board (EDB), Beh Swan Gin, di Kawasan Kampung Glam, Singapura, Kamis (24/8/2017) siang.

Dalam pertemuan tersebut, Nurdin Basirun meyakinkan keamanan berinvestasi dan berwisata di Kepri. "Kepri sangat aman, sangat strategis untuk berinvestasi juga berwisata," kata Nurdin.

Dalam perbincangan sekitar satu jam itu, Nurdin yang didampingi CEO dan Founder Citramas Group, Kris Taenat Wiluan, dan Beh Swan Gin didampingi Jayashree Saranandan selaku Director Asian Bussineses and Resource Development EDB, juga banyak bercerita tentang kondisi Kepri terkini.

Nurdin juga mengundang para investor Singapura dan dari negara manapun untuk berinvestasi di Kepri. Menariknya, baik Nurdin maupun Beh, berbicara dalam dua bahasa. Bahasa Inggris dan terkadang terselip bahasa Melayu.

"Tiap daerah di Kepri punya keunggulan tersendiri untuk berinvestasi. Baik Batam, Bintan, Tanjungpinang, Karimun, Anambas, Lingga, dan Natuna semua punya potensi masing-masing. "Singapura harus terus mendukung investasi di Kepri," kata Nurdin.

Sementara Chairman Singapore Economic Development Board (EDB), Beh Swan Gin, mengatakan Kepulauan Riau sangat penting bagi Singapura. Apalagi Singapura dan Kepri sangat dekat dalam berbagai hal. "Tak ada daerah lain yang diprioritaskan seperti Kepri," kata Beh Swan Gin.

Singapura, kata Beh, ingin agar perekonomian Kepri kembali tumbuh tinggi. Beh juga mengatakan, ketika mendengar nama Natuna, dia teringat oil dan gas.

Dan terkait Natuna, Nurdin mengatakan, bahwa di sana potensi perikanannya sangat besar. Demikian juga untuk kepariwisataan. Demikian juga potensi wisata di Anambas.

Pihak EDB juga bertanya tentang investasi aquaculture (pertanian organisme akuatik termasuk ikan, moluska, krustasea dan tanaman air). Gubernur langsung menimpali, bahwa Kepri 96 persennya laut. Investasi di sektor maritim juga sangat menjanjikan.

Usai pertemuan, Nurdin menyampaikan pentingnya Kepri membuat semuanya menjadi semakin baik. Baik untuk investasi, juga kunjungan wisatawan.

"Semua negara berkompetisi untuk menjadi yang terbaik agar investasi masuk. Termasuk juga masalah kepariwisataan. Semua negara akan membuat pengunjung menjadi nyaman dan terus berdatangan. Kepri harus seperti itu," kata Nurdin.

Editor: Udin


BNN-KEPRI