Ekonomi Batam Terpuruk, Warga Lingga Ramai-ramai Pulang Kampung
Oleh : Nurjali
Selasa | 20-06-2017 | 09:57 WIB
lonjakan-penumpang-01.gif
Tahun 2017 ini pemudik dari Batam ke Lingga mengalami peningkatan yang cukup siknifikan. (Foto: Nurjali)

BATAMTODAY.COM, Dabosingkep - Tahun 2017 ini, warga Lingga yang tinggal di Batam ramai-ramai pulang kampung. Ini bukan hanya untuk mudik lebaran, namun untuk kembali menetap di Lingga lantaran perekonomian Batam tengah terpuruk.

Lonjakan penumpang dari Batam ke Lingga ini terlihat di pelabuhan feri Desa Jagoh, Dabosingkep. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemudik kali ini mengalami peningkatan sampai tiga kali lipat sejak H-20 lebaran.

Sadri, salah satu penumpang kapal ferri tujuan Batam - Dabosingkep mengaku meskipun arus mudik tahun ini sudah mulai terlihat sejak dua puluh hari puasa, namun kepulangan mereka bukan hanya mudik belaka, kemungkinan akan menetap untuk beberapa bulan sambil menunggu kejelasan pekerjaan di Batam.

"Kami dari Batam hari ini ada dua puluhan orang rombongan pulang," kata Sadri, Senin (19/6/2017).

"Pulang kampung tahun ini, tak banyak bawak oleh-oleh dan mungkin pulangnya beberapa bulanlah di Dabo, kita kerja kebun dululah di sini karena di Batam ekonomi lagi tak bagus," imbuhnya.

Anjloknya perekenomian di Kabupaten Lingga dua tahun belakangan ini membuat warga Lingga banyak merantau ke Batam. Namun pasca beberapa perusahaan di Batam tutup, para perantau ini terpaksa pulang ke kampung halaman sambil mengikat pinggang erat-erat untuk melakukan pengiritan biaya.

"Meski ada pesangon tapi kita tak berani belanja banyak. Uang ini kita simpan buat bertahan dulu, mau di buat modal juga takut karna di kampung kita saat ini juga sulit," ujar Andi, warga Lingga lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Yusrizal saat dikonfirmasi membenarkan hal ini, lonjakan penumpang di tahun ini memang terjadi sudah sejak lima belas hari bulan Ramadhan, tidak saja penumpang kapal Roro yang murah meriah namun kapal reguler seperti kapal ferri dari Tanjungpinang dan Batam juga ramai.

"Tahun sebelumnya hanya Roro yang penuh, kalau kapal reguler biasanya H-3 dan H-7 tapi dari puasa ke-15 kemarin dua-dua kapal penuh baik Roro maupun reguler. Para penumpang itu berasal dari Batam dan Tanjungpinang," jelasnya.

Kendati lonjakan penumpang untuk kapal reguler mengalami peningkatan, pemerintah belum melakukan penambahan armada. "Kapal ferri yang ada masih mampu, kecuali nanti lonjakan kian meningkat," ujarnya.

Hal ini berbeda dengan kapal roro di pelabuhan ASDP, lonjakan penumpang ini memaksa pihak ASDP dalam beberapa hari ini melakukan penambahan rute dan bahkan penambahan armada untuk melayani penumpang.

"Kalau Roro sudah beberapa hari ini ada dua armada yang berlayar, karena kemarin penumpangnya meningkat lima puluh persen," katanya.

Editor: Gokli


BNN-KEPRI