Menyaksikan Ekonomi Batam Menuju Kebangkrutan (Bagian-2)

Belum Ada Niat Baik 7 Pimpinan BP Batam
Oleh : Romi Candra
Rabu | 31-05-2017 | 17:50 WIB
Jadi-Raja2.jpg
Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk. (Foto: Ist)

DATA BI KEPRI, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri terendah di Sumatera. Ini fakta. Tapi sayang, "rapot merah" itu tak cukup menjadi pemacu para pimpinan BP Batam untuk melakukan perbaikan iklim investasi di Batam. Adakah niat untuk memperbaiki ekonomi Batam? Berikut hasil wawancara wartawan BATAMTODAY.COM, Romi Chandra, dengan Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk.

Senin, 20 Februari 2017, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri), Gusti Raizal Eka Putra, memaparkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri terendah di regional Sumatera. Saat perekonomian global, nasional membaik.

Pertumbuhan ekonomi di Sumatera juga membaik, dari 4,03 di triwulan III menjadi 4,49 di triwulan IV. Dan tahunannya meningkat dari 3,53 di 2015 menjadi 4,29 di 2016. Sayang, di saat pertumbuhan ekonomi tersebut membaik, justru perekonomian Kepri anjlok.

Pada triwulan IV 2016, pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 5,24 persen, melambat dibanding triwulan sebelumnya 5,50 persen. Dan angka pertumbuhan ekonomi Kepri 2016 tercatat 5,03 persen. Lebih rendah dibanding 2015, 6,01 persen (yoy).

Dampaknya, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), pada poisisi Agustus 2016 tingkat pengangguran terbuka sebesar 7,69 persen. Meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 5,63 persen.

"Badan Pengusahaan Batam harus memikirkan bagaimana memperkuat investor yang tidak orientasi ekspor," ujar Ketua Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri ) Batam, Jadi Rajagukguk mengenai solusi membawa Batam dari keterpurukan ekonomi.

Jika para pimpinan BP Batam masih tetap "tegak di tempat", tidak melakukan apa-apa, selain melahirkan kebijakan-kebijakan kontra-produktif, maka selama itu pulalah Batam akan terus bergerak menuju jurang kematian.

"Raksasa company yang diundang harus yang padat kerja dan padat modal," tegas Jadi Rajagukguk lagi.

Menyinggung soal investasi lokal dan nasional, Ketua Kadin Batam itu mengungkapkan, sebaiknya BP Batam memberikan prioritas bagi investasi lokal dan nasional. Karena arus investasi asing yang masuk ke Batam saat ini juga masih seret.

"BP Batam harus mendahulukan investor lokal dan nasional dalam memperkuat ekonomi Batam," tambahnya.

Terkait dengan penyelamatan perekonomian Batam, apakah Kadin Batam melihat ada niat baik dari para pimpinan BP Batam untuk menyelamatkan perekonomian Batam?

Ketua Kadin Batam itu mengatakan, "Belum ada niat baik tujuh pimpinan BP Batam."

Jadi, apa solusi konkritnya? "Ganti 7 pimpinan BP Batam!"

Editor: Surya


BNN-KEPRI