Dokter RSAL Tanjungpinang Sebut Pelaku Pembunuhan Ayah Kandung di Bintan Alami Gangguan Jiwa Berat
Oleh : Roland Aritonang
Selasa | 13-03-2018 | 15:02 WIB
akun-bintan11.jpg honda-batam
Akun, saat diamankan Polisi usai menghabisi nyawa ayahnya sendiri. (Foto: Syajarul Rusydy)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kabag Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr. Midiyanto Tanjungpinang Mayor Laut (K) dr. Rudy Cahyono, SpKj mengatakan A Kun, pelaku pembunuhan terhadap ayah kandungannya sendiri kemungkinan mengalami gangguan jiwa berat.

"Namun dari kesan awal saya melakukan pemeriksaan terhadap A Kun, keluarga dan polisi yang mengantar, kemungkinan pasien mengalami gangguan jiwa berat," ujar Rudy saat dikonfirmasi, Selasa (13/3/2018).

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan oleh pasien saja tetapi polisi dan keluarga dengan cara melakukan telepon untuk mewawancarai keluarganya karena saat ini tidak bisa dihadirkan di Tanjungpinnag karena kondisinya jauh dan masih berduka.

"Namun saya harus meminta informasi keluarganya untuk memastikan kesehatan jiwa pasien," katanya.

Selain itu pada saat pelaku dibawa ke RSAL memang kondisi sudah parah, sehingga dirinya melakukan pemeriksaan di dalam mobil anggota sat Reskrim Polsek Bintan Timur.

"Ternyata ibu kandung dan kakak dari A Kun adalah sehari-hari adalah pasien kami, sehingga artinya faktor genetik sangat kuat dan faktor keturunan sangat kuat. Jadi ibu kandung pasien dan kakak kandung pasien adalah pasien poli jiwa RSAL Dr. Midiyanto Tanjungpinang," ungkapnya.

Menurutnya, karena rajin kontrol kondisi kejiwaan ibu dan kakak kandung A Kun terkontrol dan terkendali. Sementara itu, Rudy juga telah melakukan pemeriksaan diketahui sudah hampir satu bulan terjadi perubahan perilaku terhadap pelaku. "Pasien ini sudah satu bulan terjadi perubahan perilaku," ucapnya.

Lanjutnya, hasil pemeriksaan di dalam mobil polisi dengan kondisi pasien terborgol, serta ekspresi pasien marah, paranoid, curiga dan tidak percaya kepada orang, sehingga melakukan pemeriksaan psikiater jawabannya ngelantur meskipun pasien bisa memberikan alasan kenapa dirinya melakukan pemukulan ayah kandungnya.

"Ketika saya tanya kepada pasien bahwa dia merasa bahwa wujud ayahnya setan , sehingga dia mengatakan merasa ada perintah terhadap dirinya untuk membunuh ayahnya. Meskipun dia pada saat melakukan pengecekan itu ayahnya adalah setan karena memang komunikasinya lagi kacau," ungkapnya

Kemudian itu, keluarga mengakui dalam waktu sebulan belakangan pelaku sudah menunjukkan perubahan perilaku gelisah, susah tidur, tidak tenang, marah-marah.

"Seperti bicara negelantur dan memecah mobil tetangganya tanpa sebab yang jelas. Kalau ditanya alasan melakukan itu karena cemburu dan akan kaya," pungkasnya.

Editor: Yudha