PKP

Ngopi Bareng 'Politisi Sepeda' Yudi Kurnain

Kado Istimewa Andro untuk Bea Cukai Batam
Oleh : Saibansah
Senin | 12-02-2018 | 18:02 WIB
k-9-bea-cukai-batam.jpg honda-batam
Andro dan rekan 'se-tim'-nya seusai berhasil menemukan sabu 1 ton lebih. (Foto: Ist)

ULANG tahun Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam ke-10 terasa istimewa. Karena mendapat kado yang juga istimewa dari Andro, 'pasukan' terlatih K-9 yang berhasil mengendus 1 ton lebih sabu-sabu di lambung kapal MV Sunrise Glory. Apresiasi apa yang layak diberikan untuk Andro dan timnya? Berikut gagasan yang disampaikan Yudi Kurnain kepada wartawan BATATMTODAY.COM, Saibansah Dardani.

Keberhasilan menemukan barang bukti sabu-sabu seberat 1 ton lebih di lambung kapal berbendera Singapura, MV Sunrise Glory yang dicegat oleh KRI Sigurot-864 Koarmabar, Rabu 7 Februari 2018 di Perairan Selat Philips, koordinat 01.08.722 U/103.48.022, adalah bukti hasil kerja Andro dan seekor rekannya. Keduanya adalah 'pasukan' andalan Bea Cukai Batam dari 'satuan khusus' K-9 Bea Cukai Batam.

Awalnya, Desember 2015 lalu, 'satuan' K-9 Dirjen Bea Cukai itu hanya diperkuat 10 ekor anjing pelacak yang diperoleh dari hasil pengadaan mandiri dan bantuan dari Australian Border Force, garda terdepan dalam membendung masuknya narkoba ke Indonesia. Ke-10 ekor anjing pelacak itu adalah hasil seleksi dari ribuan binatang setia tersebut.

Mereka dididik oleh para tim ahli. Diantaranya Tim Pelatih Kopassus TNI Angkatan Darat, Instruktur Unit Anjing Pelacak Bea Cukai, Kesatuan Anjing Polri, bahkan oleh KPK. Kemudian, 10 'pasukan' K-9 generasi pertama itu disebar ke sejumlah Kantor Bea Cukai yang dinilai rawan narkoba. Yaitu, Jakarta, Batam, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Ternyata, Andro sebagai penerus dari generasi pertama K-9 Bea Cukai Batam, berhasil memberi kado istimewa untuk institusi yang merawat dan menghidupinya secara 'mewah'. Yaitu, pengungkapan penyelundupan 1 ton lebih sabu. Tentu saja, bersama-sama dengan satuan lain, pasukan TNI Angkatan Laut, BNN dan Polri.

"Kita harus memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bea Cukai Batam, karena terbukti K-9 nya berhasil menemukan narkoba yang disembunyikan secara rapi oleh jaringan narkoba internasional," ujar Yudi Kurnain.

Baca: Begini Kronologis Lengkap TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Lebih Sabu di Batam

Awalnya, pemeriksaan seluruh lambung kapal MV Sunrise Glory oleh Tim WFQR Lantamal IV/ Lanal Batam, BNN Pusat, Bea Cukai Pusat serta Bea Cukai Batam sempat tidak membuahkan hasil, nyaris nihil. Padahal, pemeriksaan manual itu dilakukan sejak pagi hingga sore hari. Sampai akhirnya, tim berinisiatif untuk menggunakan K-9. Ternyata, berhasil.

Sebagai politisi dan wakil rakyat Batam, Yudi Kurnain melihat harus ada apresiasi untuk K-9 dan seluruh instrukturnya. "Bayangkan, berapa juta rakyat Indonesia yang akan menjadi korban narkoba jika berton-ton sabu itu sampai lolos," tegas 'politisi sepeda' itu lagi.

Baca: Gagasan Ciamik Transportasi Publik Batam

Diantara apresiasi untuk K-9 dan instrukturnya itu adalah dengan menambah anggaran. Juga, penambahan 'anggota' pasukan pengendus narkoba itu. Apalagi, terbukti perairan Kepri dan sejumlah pintu masuk di Batam masih menjadi primadona bagi jaringan narkoba internasional.

"Hampir tidak ada pekan yang berlalu tanpa keberhasilan penangkapan narkoba di Kepri ini, baik oleh polisi, Angkatan Laut, BNN Provinsi Kepri, Bea Cukai atau Direktorat Pengamanan BP Batam, ini kan sudah darurat namanya," kata politisi berambut kuncir itu menegaskan lagi.

Saat ini, K-9 Bea Cukai itu setiap hari bertugas mengendus para penumpang di Pelabuhan Fery Internasional Batam Center yang datang dari Stulang Laut Johor Bahru Malaysia. 'Anggota' K-9 itu mengendus di antara barisan para penumpang, tanpa berisik, tanpa gonggong. Karena K-9 itu sudah dilatih untuk tidak menjadi anjing resek.

"Kalau di luar negeri, K-9 itu bekerja secara 'unvercover'. Mereka dibawa oleh orang yang berpakaian sipil, seolah-olah masyarakat umum yang sedang membawa jalan-jalan anjing piaraannya, tapi mereka masuk ke stasiun kereta api. Jadi, publik tidak tahu, bahwa itu adalah anjing pelacak yang sedang bekerja," tutur Yudi Kurnain mengisahkan pengalamannya.

Terlepas dari semua itu, Yudi Kurnain mengucapkan terimakasih kepada K-9 dan para instrukturnya. Juga, ucapan selamat berulang tahun ke-10 kepada seluruh jajajaran Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam.

"Sudah pasti, terimakasih buat Andro juga dong!"

Editor: Dardani