PKP

Ngopi Bareng 'Politisi Sepeda' Yudi Kurnain

Gagasan Ciamik Transportasi Publik Batam
Oleh : Saibansah
Jum\'at | 02-02-2018 | 08:26 WIB
Yudisepeda1.jpg honda-batam
'Politisi sepeda' Yudi Kurnain. (foto: Ist)

RIAK polemik transportasi publik di Batam belum lagi menyentuh pantai ketenangan. Bergejolak, bahkan berujung pada penetapan empat sopir menjadi tersangka. Sampai kapan kondisi ini dibiarkan? Berikut ini gagasan solutif dari 'politisi sepeda' Yudi Kurnain yang disampaikan kepada wartawan BATAMTODAY.COM, Saibansah Dardani.

Sejatinya, konflik antara sopir taksi online dan taksi konvensional harus dilihat dari akar masalahnya, baru kemudian dipikirkan solusinya. Yaitu, solusi permanen yang tidak hanya sekadar meredam gejolak sesaat, terus menciptakan masalah baru. Tidak.

Akar masalahnya sudah kita ketahui semua, gangguan pendapatan. Terjadi persaingan, karena taksi online lebih murah, mudah didapat, dan harganya pasti.

Taksi online adalah 'anak kandung' ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi, sungguh naif jika kita tidak manfaatkan. Apalagi, publik sudah merasa puas dengan keberadaan mereka. Begitu juga dengan para turis dan wisatawan domestik. Jadi, taksi online harus terus dijaga dan dipertahankan agar konsisten memberikan pelayanan simpel, mudah, pasti dan cepat untuk mendukung pariwisata Batam.

Karena, bicara Batam itu ya bicara pariwisata. Maka, kehadiran taksi online sangat diperlukan untuk mendukung pariwisata. Itu diperlukan sekali. Zaman now, turis mana yang tidak mengecek tarif taksi sebelum memutuskan membuka pintu. Contohnya, turis dari London, sebelum membuka pintu taksi di Batam, mereka sudah mengecek harga itu sejak mereka masih di Singapura. Jadi, taksi online itu suatu keharusan.

Apalagi, Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini sedang serius mendongkrak pergerakan perekonomian dari sektor pariwisata. Siapa sih yang bisa membantah arus dolar dari sektor pariwisata itu hanya sekadar 'kacang goreng'? Negara mana yang tidak menempatkan pariwisata sebagai salah satu sumber pundi-pundi utamanya?

Masalahnya adalah, taksi konvensional terganggu rezekinya. Ingat, mereka hadir duluan di Batam. Maka solusinya adalah, taksi konvensional harus dibantu, difasilitasi agar dapat memberikan pelayanan cepat, murah, ramah dan aman. Caranya?

Inilah tugas pemerintah. Pemerintah Kota Batam harus berpikir solutif yang holistik, kreatif dan sungguh-sungguh membawa Batam bergerak, Batam maju, Baatm hebat. Inilah goal kita!

Maka, tugas Pemerintah Kota Batam untuk mengajak perusahaan-perusahaan yang menikmati kehadiran taksi online untuk pasang iklan di taksi. Mengajak hotel dan resort di Batam untuk memasang iklan mereka di taksi konvensional. Ajak para pengusaha dari sektor-sektor tersebut dan para pemangku kepentingan Kota Batam duduk bersama. Ini kerja besar untuk mencapai goal utama. Tinggalkan pikiran sempit yang hanya memupuk ego semata. Batam harus dipikirkan bersama-sama!

Ada Telkomsel dan operator telekomunikasi lainnya yang menikmati kehadiran taksi online. Ada hotel dan resort yang menangguk untung dari kunjungan wisatawan. Ada perusahaan bateray mobil, ban dan semua asesoris mobil yang sangat diuntungkan dari kehadiran taksi online dan konvensional. Ajak mereka duduk bersama.

Jadi, pemerintah itu jangan hanya sekadar berpikir soal izin dan izin lagi. Izin itu pasti. Untuk dapat izin sudah pasti harus memenuhi semua persyaratan. Dengan begitu, maka kita tidak naif dengan menolak 'anak kandung' ilmu pengetahuan dan teknologi bernama taksi online. Tapi, kita juga tidak membawa hasil jerih payah para pendahulu Batam ini mundur kembali ke masa lalu. Suai bro?

Editor: Dardani