Ketua DPR Minta Polri Waspdai Penimbunan Gas Melon di Beberapa Daerah
Oleh : Irawan
Minggu | 10-06-2018 | 11:04 WIB
gas_melon1.jpg honda-batam
gas elpiji 3 kg (gas melon)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah diminta serius menyikapi kelangkaan elpiji kemasan tiga kilogram di beberapa daerah. Sebab, elpiji yang dikenal dengan kemasan tabung melon itu sudah mulai langka jelang Lebaran.

"Agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama Pertamina memastikan distribusi gas elpiji berjalan dengan lancar guna menjaga pasokan gas elpiji tetap aman, terutama selama bulan suci Ramadan hingga Lebaran 2018," ujar Ketua DPR Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/6/2018).

Menurut Bamsoet, hal yang perlu diwaspadai dan diantisipasi adalah kemungkinan pihak-pihak yang berniat mengeruk untung besar, dengan menimbun elpiji kemasan tabung melon. Karena itu, harus ada pengawasan ketat terutama di tingkat agen.

"Kementerian ESDM dan Pertamina agar meningkatkan pengawasan terhadap penjualan gas di tingkat agen guna mencegah terjadinya penimbunan dan penjualan gas melalui pengecer," katanya.

Bambang juga mendorong Polri meningkatkan pengawasan sekaligus menindak penimbun elpiji kemasan tiga kiloan.

"Polri sudah punya Satgas Pangan untuk meningkatkan pengawasan serta menindak tegas pihak-pihak yang mencari keuntungan di balik kelangkaan gas elpiji tiga kilo i(gas melon) tu," tegasnya.

Editor: Surya