Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Penganut Islam Aboge Rayakan Idul Fitri Selasa Ini
Oleh : Redaksi
Selasa | 27-06-2017 | 11:26 WIB
aboge-01.gif Honda-Batam
Ilustrasi Penganut Islam Aboge mengikuti sholat Idul Fitri. (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)

BATAMTODAY.COM, Purbalingga - Kalimat takbir dan tahmid berkumandang di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (27/6/2017) pagi.

Ratusan jemaah Islam Aboge di desa setempat, berduyun-duyun memadati masjid Sayid Kuning untuk menunaikan Shalat Idul Fitri.

Penganut aliran Aboge menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari ini, atau berselang dua hari dari tanggal yang ditetapkan pemerintah.

Salah satu ulama aliran Aboge, Kiai Maksudi mengatakan, Aboge merupakan akronim dari Alif Rebo Wage (Aboge).

Karakter utama Aboge, yakni keyakinan penganut yang masih berpedoman pada kalender Islam dalam kitab mujarobah yang dipadu dengan primbon Jawa.

"Dalam hisab (perhitungan) kami, Ramadhan pasti 30 hari, dan 1 Syawal tahun Je jatuh pada Selasa Pon," kata Maksudi ketika ditemui Kompas.com usai melaksanakan Shalat Id.

Maksudi menjelaskan, aliran Aboge sudah ada dan dianut warga Onje sejak akhir kerajaan Hindhu.

Meskipun aliran Aboge termasuk minoritas, namun hal tersebut tidak pernah menjadikan friksi dalam kehidupan masyarakat.

Perbedaan kepercayaan merupakan hal yang lumrah di Desa Onje. Toleransi akan pluralitas tercermin dari isi khotbah yang diberikan Maksudi kepada jemaah setelah Shalat Id.

“Alhamdulillah, setiap tahun jumlah jemaah Aboge semakin bertambah. Kalau Idul Fitri seperti ini bisa 500 jemaah, pasti tumpah-ruah hingga halaman masjid,” ujarnya.

Dalam tradisinya, usai menunaikan Shalat Id, tokoh ulama Aboge memberikan khutbah di atas mimbar.

Sang khotib memberikan khutbah dalam bahasa Jawa sambil memegang tongkat suci peninggalan Raden Sayyid Kuning yang tidak lain masih dalam trah Prabu Siliwangi dari Pajajaran.

Untuk diketahui, secara trah, ada beberapa sekte atau aliran Aboge di Banyumas Raya.

Diantara yang paling besar, yakni trah Sayyid Kuning di Desa Onje, Purbalingga; trah Bonokeling di Desa Pekuncen, dan Desa Cikakak Banyumas; hingga jemaah Aboge di Adipala, Cilacap.

Dalam kalender jawa yang dipegang oleh aliran Aboge, kurun waktu dalam satu windu terdiri atas tahun Alif, Ha, Je, Za, Dal, Ba, Wawu dan Jim Akhir.

Berdasarkan perhitungan Aboge, 1 Syawal di tahun Je jatuh pada Selasa Pon (27/6/2017).

Pemerintah, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1438 Hijriah pada Minggu (25/6/2017).

Sementara itu, Jemaah An Natsir di pesisir Danau Mawang, Sulawesi Selatan dan jemaah Naqsabandiyah di Padang sudah merayakan Lebaran pada Sabtu (24/6/2017).

Adapun umat Muslim di sekitar Masjid Jami Al Marzuqiyah di RT 016/RW 03 Kelurahan Cipinang Muara, Jakarta Timur, menunaikan Shalat Id pada Senin (26/6/2017).

Sumber: Kompas.com
Editor: Gokli