Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ini Alasan Mengapa Kucing Harus Tidur di Tempatnya Sendiri
Oleh : Redaksi
Senin | 29-05-2017 | 11:15 WIB
kucing-01.gif Honda-Batam
Ilustrasi kucing tidur di kasur. (juragancipir.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kucing merupakan hewan peliharaan yang menggemaskan. Hewan ini pun sering mendapat perlakuan istimewa dari pemiliknya, mulai dari makanan, sampai berbagi tempat tidur di kamar.

Meski Anda sangat menyayangi "Si Pus", namun sebaiknya jangan biasakan untuk tidur bersama di kasur. Paling tidak ada 8 alasan mengapa kucing-kucing Anda seharusnya tidur di tempatnya sendiri.

1. Menggangu tidur

Kucing merupakan salah satu binatang yang memiliki wakt tidur cukup lama, 15 jam sehari. Namun, kucing sangat aktif pada dini hari. Bukan tidak mungkin tidur nyenyak Anda terganggu karena ia menggaruk, mendorong atau mengeong-ngeong hanya untuk menarik perhatian Anda.

Gangguan itu tentu memengaruhi siklus tidur. Anda akan mengalami kondisi letih dan lesu keesokan hari. Studi dari Mayo Clinic Sleep Disorders juga menemukan bahwa lebih dari 20 persen pasien yang tidur dengan hewan peliharaan, mengatakan tidur mereka terganggu.

2. Terpapar litter box

Anda perlu tahu, bahwa litter box atau tempat kucing buang air merupakan tempat kotor. Ketika kucing di sana, kaki mereka tentu akan bersentuhan dengan kotoran-kotoran tersebut. Ketika Anda memperbolehkan kucing tidur bersama, maka kotoran itu akan berakhir di kasur Anda.

3. Alergi dan asma

Menurut Asthma and Allergy Foundation of America, sekitar 30 persen orang memiliki reaksi alergi terhadap kucing dan anjing. Reaksi alergi terhadap kucing dua kali lebih besar daripada dengan anjing.

Dokter menyarankan agar tidak memelihara kucing di dalam rumah bila memang memiliki alergi. Namun, bila memang ingin memiliki kucing, upayakan agar pintu kamar selalu tertutup dan menggunakan filter partikel udara efisiensi tinggi untuk menghilangkan pemicu alergi dan asma.

4. Ancaman bagi anak kecil

Kucing suka dengan tempat tidur bayi karena berupa boks tinggi, lembut dan terlindungi. Namun, jangan biarkan kucing tidur dengan anak, terutama bayi. Sebab, anak bisa terjepit oleh tubuh kucing saat sedang tidur.

5. Sulit adaptasi

Kucing merupakan hewan yang memiliki kebiasaan. Ia sukar beradaptasi dengan lingkungan baru. Jadi, bila suatu saat Anda memutuskan kucing Anda tidur lagi tidur di kasur, mereka akan menunjukkan respon marah dan merusak.

6. Infeksi parasit dan infeksi jamur

Bila Anda berbagi tempat tidur dengan kucing, Anda juga berbagi tempat tidur dengan parasit yang kucing simpan. Kutu kucing tidak bisa hidup pada orang, tapi mereka menggigit dan meninggalkan bekas gatal.

Demikian pula, tungau cheyletiella bisa melompat dari kucing ke manusia, menyebabkan gatal pada kulit. Selain itu, parasit Feline termasuk cacing tambang yang bisa ditularkan melalui paparan kotoran kucing.

7. Infeksi bakteri

Selama tidur 7-8 jam bersama kucing, Anda pun rentan terkena paparan kotoran. Meski kemungkinan terkena penyakit kucing rendah, tapi anak-anak, orang tua, dan mereka yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh beresiko tertular infeksi cat-sracth fever.

Seperti namanya, penyakit cat-scratch, atau bartonellosis, ditularkan melalui goresan atau gigitan kucing yang terinfeksi. Gejalanya pembengkakan kelenjar getah bening, demam, kelelahan, nyeri otot, dan gejala lainnya. Walau tidak memiliki dampak kesehatan jangka panjang, namun bakterinya dapat bertahan dalam tubuh selama beberapa bulan setelah infeksi awal.

8. Infeksi protozoa

Meskipun sangat tidak mungkin terinfeksi dari kontak langsung dengan kucing, Cryptosporidiosis, dan Toksoplasmosis adalah penyakit yang dapat ditularkan dari kucing ke manusia. Adapun Cryptosporidiosis adalah infeksi usus yang disebabkan oleh cryptosporidium, protozoa.

Gejala utama adalah kram perut dan diare. Untuk menjaga agar kucing tetap sehat, jaga agar tetap di dalam rumah dan jadwalkan pemeriksaan rutin dengan dokter hewan Anda.

Sumber: Kompas.com
Editor: Gokli