Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Hasil Penelitian, Konsumsi Alkohol Rusak Pankreas
Oleh : Redaksi
Sabtu | 11-03-2017 | 10:50 WIB
Minan-alkohol1.gif Honda-Batam

Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Batam - Pria paruh baya itu muntah darah di ruang gawat darurat sebuah rumah sakit di Amerika Serikat. Kepada dokter, ia mengaku sudah menderita sakit perut dan diare selama dua bulan terakhir. Dokter mendiagnosis pankreasnya mengalami radang kronis.

 

“Ia, yang namanya kami samarkan, telah 15 tahun mengkonsumsi setengah pint vodka setiap hari,” demikian diungkapkan Yub-Raj Sedhai dan Dhruvan Patel dalam artikel “Calcific Pancreatitis Associated with Alcohol Use” yang terbit dalam The New England Journal of Medicine edisi Februari lalu.

Temuan Sedhai dan Patel, praktisi kesehatan sekaligus peneliti di Mercy Catholic Medical Center di Pennsylvania, Amerika Serikat, ini menambah daftar buruk alkohol—yang sebelumnya diketahui merusak sistem metabolisme tubuh, kelainan fungsi hati, dan kerusakan saraf. Semua terjadi karena konsumsi yang berlebihan.

Coba lihat pengalaman si pria yang muntah darah itu. Selama 15 tahun tanpa henti, setiap hari dia menenggak setengah pint vodka, setara dengan 240 mililiter—sama dengan jumlah air minum dalam kemasan ukuran gelas. Berarti, sebanyak 1.300 liter vodka tandas di perutnya. Tanpa disadarinya, seperti kata dua dokter itu, pria tersebut telah menimbun endapan kalsium di pankreasnya.

Hasil pindai computerized tomography (CT) pun menunjukkan pria tersebut memiliki deposit kalsium yang berlimpah di pankreasnya. Itu menandakan semua enzim di pankreasnya tak bekerja dengan baik. Kondisi tersebut, tulis mereka, telah berlangsung lama sehingga membuat pankreas pria itu mengalami peradangan kronis. Sebab, dia berlebihan mengkonsumsi alkohol.

Padahal kasus kalsifikasi (pengendapan kalsium) pada tubuh pasien jarang terjadi. “Kami menemukan alkohol secara perlahan merusak sel di pankreas yang berfungsi menyekresi enzim,” ujar Sedhai, seperti dikutip dari Live Science. “Ini kasus langka.”

Kalsium secara alami ada dalam tubuh, termasuk di dalam aliran darah. Zat ini dapat membangun kembali sel tubuh yang rusak. Namun, jika enzim di pankreas—yang membantu menyerap nutrisi dari makanan—rusak, kalsium tak bisa bekerja dengan baik dan mengendap di sana. “Selain dimasukkan ke dalam program rehabilitasi alkohol, untuk menyembuhkannya, pria ini harus menerima suplemen enzim pankreas,” kata Sedhai.

Setidaknya, pria itu muntah darah tiga kali dalam sehari. Pankreasnya memerah seperti hampir mau pecah. Kalau kondisinya makin parah, Sedhai dan Patel khawatir akan menjadi kanker pankreas.

Sumber: Tempo.co
Editor: Yudha