Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Habis Manis, Sepah Dibuang

Pacar Minggat Usai Renggut Keperawanan
Oleh : Gokli/Dodo
Kamis | 13-10-2011 | 12:15 WIB
Ilustrasi-korban-pencabulan.jpg Honda-Batam

Ilustrasi.

BATAM, batamtoday - Habis manis sepah dibuang, ungkapan inilah yang paling pas untuk, ES (21) seorang karyawati di salah satu perusahaan di Batam. Begitu sang pacar, YS (24) berhasil merenggut keperawanannya, ES pun ditinggal tanpa suatu kepastian.

 

"YS sudah meniduri saya, namun sampai saat ini dia selalu mengelak kalau diminta pertanggungjawaban," ungkap ES saat ditemui batamtoday di daerah Sagulung, Kamis (13/10/2011).

ES gadis cantik, berkulit putih dan berambut panjang memaparkan sudah hampir dua tahun menjalin hubungan dengan YS. Karena cintanya yang sangat dalam terhadap YS, akhirnya wanita asal Sumatera ini pun merelakan keperawanannya direnggut sang pacar.

"Saya dan YS sudah pacaran selama dua tahun, lantaran beda keyakinan sehingga keluarga saya tidak setuju, dan itu pula alasannya untuk mempermainkan saya" kata ES sambil meneteskan air mata.

Percintaan kedua sejoli ini bermula awal tahun 2010 dimana ES yang dulunya tinggal di daerah Mangsang Seibeduk, dikenalkan rekan kerjanya kepada YS. Berawal dari pandangan pertama, ES dan YS akhirnya berpacaran.

Karena tempat tinggal ES dan YS berjauhan, akhirnya ES pindah dari Mangsang dan menyewa kamar kos di daerah Tembesi Lestari dekat dengan tempat tinggal YS.

"Setelah saya tinggal di Tembesi, YS pun sering menghampiri saya ke rumah, bahkan dia sering menginap," ujar ES singkat.

Sebelum kesucian ES diberikan kepada YS, awalnya YS mengaku satu suku dan satu agama dengan ES, merasa sudah ada kecocokan, keduanya pun melakukan hubungan di luar nikah.

Ironisnya, saat diminta bertanggungjawab, YS berdalih beda agama dengan ES, bahkan katanya supaya perbuatanya itu dipertanggung jawabkan ES harus ikut agamanya YS.

"Saya sudah cerita sama keluarga yang ada di Batam ini, namun tak satu orang pun yang setuju kalua harus ikut keyakinan YS," papar ES dengan wajah kebingungan.

Mendengan penuturan ES tersebut, B. Singa yang tidak lain adalah abang iparnya ES berencana melaporkan perbuatan YS ke polisi.

Sampai saat berita ini ditulis, pihak keluarga ES masih melakukan perundingan di daerah Tembesi.