Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sepanjang 2016, Sudah 5 Kali Pesawat TNI Jatuh
Oleh : Redaksi
Senin | 19-12-2016 | 12:02 WIB
pesawat-hercules-jatuh1.jpg Honda-Batam

Pesawat Hercules jatuh di Wamena, Papua. (Foto: rappler)

BATAMTODAY.COM, Batam - Sepanjang tahun 2016, sudah lima kali pesawat milik Tentara Nasional Indonesia jatuh. Akibatnya, puluhan prajurit mulai dari tantama hingga kolonel meninggal dunia.

 

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat pun mendesak TNI untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas kelayakan dan keselamatan operasi seluruh pesawat hasil peremajaan yang diperoleh dari luar negeri.

"Sekaligus juga meng-grounded untuk pesawat yang tidak layak operasi," kata Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari dalam siaran persnya, Senin (19/12/2016).

Komisi I juga mendesak agar peremajaan pesawat hibah dari luar negeri melibatkan industri pertahanan nasional, yaitu PT Dirgantara Indonesia.

"PT Dirgantara Indonesia agar dilibatkan secara optimal sehingga peremajaan tersebut dijamin kelayakan operasinya oleh PT DI," kata Kharis.

Desakan Komisi I itu muncul sebagai respons atas maraknya insiden kecelakaan pesawat TNI.

1. Kemarin, Minggu (18/12/2016) pesawat Hercules C 130 A-1334 hibah dari RAAF (Royal Australia Armed Forces) milik TNI AU jatuh di Wamena, Papua. Usia peremajaan pesawat tersebut padahal belum sampai satu tahun.

Insiden tersebut menyebabkan 13 orang meninggal dunia, yaitu Mayor Pnb Marlon Ardiles Kawer, Kapten Pnb Hontian F. Saragih, Lettu Pnb Hanggo Fitradhi, Lettu Nav Arif Fajar Prayogi, Peltu Lukman Hakim, Peltu Suyata, Peltu Kusen, Serma Kudori, Peltu Agung Tri W, Pelda Agung S, Serma Fatoni, Serda Suyanto, dan satu penumpang Kapten Lek Rino anggota satuan radar 242/Kosek IV Hanudnas Biak.

Menurut Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Muda TNI Hadiyan Sumintaatmadja, pesawat itu jatuh diduga karena cuaca, yaitu kabut yang menyelimuti Wamena.

2. Belum lekang dari ingatan, sebelumnya, Helikopter Bell 412 milik TNI AD jatuh di pegunungan Malinau, Kalimantan Utara, Kamis (24/11/2016). Dari lima awak helikopter tersebut, tiga di antaranya tewas, yakni Lettu Cpn Ginas Sasmita Aji, Sertu Bayu Sadeli Putra, dan Praka Suyanto. Dua orang yang selamat adalah Lettu Cpn Yohanes Syahputra dan Lettu CPN Abdi Darmain.

Helikopter yang hendak menuju Long Bawan, Nunukan, dari Kota Tarakan itu terbang dengan misi membawa logistik untuk petugas TNI yang melakukan penjagaan perbatasan negara di Pulau Kalimantan.

3. Pada Jumat (8/7/2016), helikopter jenis Bell 205 A-1 buatan Amerika Serikat milik TNI AD dengan nomor reg HA-5073 juga jatuh menimpa dua rumah warga di Dusun Kowang, Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman, Yogyakarta sekitar pukul 15.16 WIB.

Korban meninggal adalah Kapten Cpn Titus Benediktus Sinaga, Letnan Dua Cpn Angga Juang, Serda Yogi Riski Sirait, dan seorang warga sipil bernama Fransisca Nila Agustin.

Helikopter Bell 205 Skadron 11/Serbu Puspenerbad itu buatan tahun 1976, atau berusia 40 tahun.

4. Empat bulan sebelumnya, Minggu (20/3/2016), helikopter Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 buatan Kanada milik TNI AD jatuh di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah.

Helikopter yang sedang bertugas membantu polisi di Poso itu jatuh diduga akibat hujan. Kecelakan pesawat yang diperoleh pada 2012 itu menyebabkan 13 orang tewas.

Korban tewas adalah Danrem 132/Todulaku Kolonel Inf Saiful Anwar, Kolonel Heri (BAIS), Kolonel Inf Ontang RP (Satgas Intel Imbangan), Letkol Cpm Tedy (Dandenpom), Mayor Inf Faqih (Kapenrem), dr Kapt Yanto, Kapten Cpn Agung, Lettu Cpn Wiradi, Letda Cpn Tito, Serda Karmin, Sertu Bagus, Pratu Bangkit, dan Prada Kiki (Ajudan Danrem).

5. Rabu, (10/2/2016), pesawat latih Super Tucano 3108 buatan Brasil milik TNI AU jatuh menimpa rumah warga di Jalan LA Adisucipto, Belimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Pesawat tersebut jatuh saat uji terbang atau test flight setelah pemeliharaan pesawat tersebut yang telah menempuh 300 jam terbang.

Empat orang tewas akibat insiden tersebut, yaitu Mayor Pnb Ivy Safatillah, Serma Syaiful Arief Rakhman, pemilik rumah Irma Wahyuningtyas, dan Nurcholis, pria yang indekos di rumah Irma.

Selain TNI, kecelakan pesawat juga menimpa Polri. Sepekan sebelum kecelakaan di Wamena, pesawat M-28 Skytruck P-4201 jatuh di perairan Lingga, Kepulauan Riau, Sabtu (3/12/2016). Pesawat tersebut mengakut lima awak dan delapan penumpang yang akan diperbantukan ke Polda Kepri. Diduga seluruh penumpang tewas.

Tiga belas korban adalah AKP Budi Waluyo, AKP Eka Barokah, AKP Tonce, AKP Abdul Munir, AKP Safran, Bripka Erwin, Briptu Andi Z, Bripda Rizal, Bripda Eri, Brigadir Joko Sujarwo, Brigadir Mustofa, Brigadir Suwarno, dan Brigadir Joko Sungatno.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha