Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kobaran Api di Kilang Pulau Bukom Berhasil Dipadamkan
Oleh : sn
Jum'at | 30-09-2011 | 08:34 WIB
foto_bukom.jpg Honda-Batam

 Foto oleh Wee Teck Hian.


SINGAPURA, batamtoday - Api yang membakar kilang minyak Shell Belanda di Pulau Bukom akhirnya padam pada pukul 11.30 malam waktu Singapura. Api yang berkobar di kilang minyak yang mampu memproduksi 500.000 barel per hari itu, berlangsung lebih dari 34 jam sejak Rabu (28/9/2011) sore.

Pihak perusahaan menyatakan tidak ada kebocoran lagi, namun Angkatan Pertahanan Sipil Singapura (the Singapore Civil Defence Force-SCDF) tetap bersiaga karena ada jejak uap di kawasan tersebut.

Setelah api berhasil dipadamkan, seorang juru bicara Shell mengatakan bahwa perusahaan akan terus memantau kualitas udara di Pulau Bukom.

Juru bicara itu menambahkan: "Keselamatan adalah prioritas utama kami. Kami siap untuk menutup semua unit kilang jika hal ini dianggap perlu dari perspektif keamanan, dengan pengecualian utilitas."

Pada konferensi pers yang diadakan beberapa jam sebelum api padam, wakil presiden operasi manufaktur Shell Martijn van Koten mengatakan bahwa perusahaannya akan menutup kilang progresif.

Perusahaan telah menutup beberapa unit di sekitar api, termasuk sebuah hydrocracker. Semuanya akan beres dalam waktu dua hari.

Menurut penyelidikan awal Shell, api mulai meletup selama pekerjaan pemeliharaan tetapi perusahaan tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut.

Juru bicara Shell menjelaskan bahwa daerah yang terkena "memiliki panjang pipa dan pompa terhubung, dan memegang campuran hydrocracker". "Ini adalah alasan mengapa arah api tidak menentu, kadang-kadang memudar dan kadang-kadang tumbuh," katanya seperti dikutip todayonline, Jum'at (30/9/2011).