Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tunggu Hasil Labolatorium

Warga Korea Suspect Virus Zika Masih Dirawat Intensif di RSUD Tanjunguban
Oleh : Harjo
Senin | 26-09-2016 | 12:26 WIB
RSUD-Kepri.jpg Honda-Batam

RSUD Kepri Tanjungubam (Foto:dok.batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban -  Pasien perempuan berkewarganegaraan Korea Selatan, Mrs Y (31), yang dirawat di RSUD Kepri Tanjunguban, sampai saat ini masih berada di ruang isolasi, menunggu hasil uji laboratorium yang sedang dilakukan di Jakarta.

Direktur RSUD Kepri Tanjunguban, Dr Didi Kusmaryadi, kepada BATAMTODAY.COM, Senin (26/9/2016), mengatakan, kondisi pasien warga Korea Selatan yang dirawat sejak beberapa hari lalu itu, terus membaik. Namun tetap dirawat secara intensif oleh pihak medis.

"Kalau kondisi kesehatannya makin membaik, tetapi masih tetap dalam pengawasan dan perawatan secara intensif sambil menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikannya," terangnya.

Terkait hasil uji laboratorium itu baru bisa diketahui sehingga pasien terserang positif terserang virus Zika atau hanya susfect, Dr Didi Kusmaryadi tidak bisa memastikan, karena menurutnya pihak RS sudah menjalankan prosedur penanganan sesuai dengan aturan, dan tinggal menunggu hasil uji laboratorium.

Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Bintan, Dr Gama Isnaini, kepada BATAMTODAY.COM membenarkan adanya pasien yang berkewarganegaraan Korea Selatan yang dirawat di RSUD Tanjunguban, karena susfect virus zika.

"Kita sudah menerima laporan dan sudah mengirimkan sample darah pasien untuk dicek di laboratorium, saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium. Namun sebelum ada hasil dari uji laboratorium, kita belum bisa memastikan apakah pasien tersebut memang terserang virus zika atau negatif," terangnya, Sabtu (24/9/2016).

Namun, menurutnya Gama, pihak dinas kesehatan terus masih memantau perkembangan dari pasien yang masih dirawat secara intensif oleh RSUD Tanjunguban.

Humas RSUD Tanjunguban, Ranty, kepada BATAMTODAY.COM menyampaikan, terkait pasien perempuan Mrs X yang berkewarganegaraan Korea Selatan tersebut, dirawat di RSUD mulai Jumat (23/9/2016), karena mengalami demam panas tinggi.

Karena saat ini banyaknya isu virus zika, serta pasien memang dari luar negeri. Maka sebagai bentuk antisifasi, kondisi pasien dengan gejalanya mirip dengan DBD, cikungunya dan gejala virus zika, maka dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Bintan dan Provinsi Kepri.

"Namun rumah sakit belum bisa memastikan apakah pasien tersebut terserang virua zika atau tidak. Karena harus menunggu hasil cek laboratorium," terang Ranty.

Ranty juga menjelaskan, pihak dinas kesehatan, baik Dinkes Bintan dan Provinsi Kepri, sudah turun ke lapangan dan mengambil sample darah pasien untuk dilakukan uji laboratorium. (Harjo)

Editor: Udin