Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Berpelukanlah Lebih Sering Karena Itu Menyehatkan Mental Anda
Oleh : Redaksi
Selasa | 05-07-2016 | 14:22 WIB
berpelukan.jpg Honda-Batam

Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM - Oksitosin menimbulkan rasa nyaman dan aman. Oksitosin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh saat kita bersentuhan dan berpelukan dengan orang tersayang. Karena itulah, tak usah heran, jika ada orang - atau bahkan mungkin Anda sendiri sangat suka memeluk dan dipeluk. Inilah tiga manfaat pelukan menurut psikolog dari Amerika Serikat, Loretta G. Breuning Ph.D.

1. Sentuhan membuat Anda merasa aman
Oksitosin sering disebut sebagai senyawa kimia pelukan atau hormon cinta. Dalam dunia hewan, oksitosin diproduksi oleh kijang ketika mereka merasa aman dalam kawanannya dan pada babon ketika menjilati bulu pasangannya. Hal yang sama berlaku pada manusia. Seleksi alam mendorong otak kita memproduksi oksitosin ketika kita menjalin kepercayaan dengan orang lain.

2. Pelukan membantu Anda tidur seperti bayi
Oksitosin adalah sinyal yang dikeluarkan oleh otak untuk memberitahu bahwa Anda dalam situasi yang aman untuk menurunkan tingkat kewaspadaan Anda. Tingkat kewaspadaan otak mamalia turun saat mereka berada dalam kelompoknya karena tanggungjawab keselamatan didistribusikan ke lebih banyak mata dan telinga. Produksi oksitosin meningkat drastis selama persalinan. Inilah yang menyebabkan keterikatan antara ibu dan anak. Oksitosin dirangsang dengan cara menjilati atau berpelukan. Otak mamalia Anda dirancang untuk menurunkan tingkat kewaspadaa saat Anda menikmati keamanan dari ikatan sosial.

3. Pelukan memperluas kemampuan Anda untuk percaya
Dalam keadaan alami, sentuhan dan kepercayaan merupakan satu paket yang tak terpisahkan. Pasalnya, orang yang cukup dekat untuk menyentuh Anda, cukup dekat pula untuk menyakiti Anda. Otak ingat segala sesuatu yang pernah menyakiti Anda karena itu adalah bagian dari mekanisme pertahanan diri. Mempercayai semua orang bukanlah bagian dari pertahanan diri yang baik. Sementara itu, pengalaman hidup akan merangsang otak untuk mengubah perasaan nyaman, kadang mati kadang hidup (tergantung pada jenis pengalaman yang Anda miliki. Pengalaman buruk akan membuat otak mematikan perasaan nyaman dan sebaliknya). Neuron-neuron di otak Anda akan saling terhubung saat ada arus oksitosin. Hal ini akan membuat bagian otak yang mengatur rasa percaya di otak Anda, terangsang. Saat kepercayaan itu dikhianati, terjadi lonjakan kortisol, yang membuat Anda merasa terancam.

Anda tidak bisa menghapus pengalaman yang sudah lewat yang sudah terpeta di otak Anda tapi Anda dapat membangun yang baru. Pengalaman baru yang menyenangkan akan menyalakan rasa nyaman di otak Anda. Berpelukan dapat membantu menulis ulang sejarah rasa percaya di otak, menimbulkan rasa aman dan nyaman di hati Anda.

Sumber: meetdoctor.com
Editor: Dodo