Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Cina Tak Gentar Hadapi Masalah LCS
Oleh : Redaksi
Jum'at | 01-07-2016 | 17:02 WIB
militer-china.jpg Honda-Batam

Militer RRC berparade di Kota Terlarang. (Sumber foto: The Economist)

BATAMTODAY.COM - Jelang keputusan pengadilan arbitrase internasional, Cina kembali menegaskan tidak akan menyerahkan kedaulatannya di Laut Cina Selatan (LCS). Presiden Xi Jinping mendesak Partai Komunis agar memperkuat militer.

Cina tidak akan bersedia menyerahkan kedaulatannya, tukas Presiden Xi Jinping dalam perayaan ulang tahun ke-95 Partai Komunis di Beijing, Jumat (1/7/2016). Pidatonya itu merujuk pada keputusan pengadilan arbitrase internasional Den Haag yang bakal diumumkan 12 Juli mendatang.

"Tidak ada negara asing yang bisa memaksa kita menelan pil pahit untuk merusak kedaulatan nasional kita, keamanan dan kepentingan pembangunan kita," katanya. "Kita tidak takut terhadap masalah."
Xi juga menyindir Amerika Serikat. "Kami tidak akan muncul di depan pintu rumah orang untuk memamerkan otot. Hal semacam itu tidak menunjukkan kekuatan atau menakut-nakuti orang," tukasnya pedas.

Pemerintah di Beijing mulai mempertajam narasi menjelang keputusan pengadilan Arbitrase di Den Haag. Filipina 2013 silam mengajukan gugatan terhadap Cina ihwal kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan. Beijing bersikukuh pengadilan tersbeut tidak memiliki yurisdiksi atas Laut Cina Selatan.

Xi mengatakan pihaknya akan "membangun militer yang kuat dan mengkonsolidasikan pertahanan nasional, sesuai dengan peran global Cina dan kepentingan nasional." Ia juga ingin agar Cina mengambil peran aktif dalam apa yang disebutnya sebagai "pemerintahan global."

"Cina akan berpartisipasi secara aktif membangun sistem pemerintahan global dan akan ikut menyumbangkan kebijakan Cina untuk menyempurnakan sistem semacam itu."

Sumber: Deutsche Welle
Editor: Dodo