Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bermain Kartu Bantu Pemulihan Penderita Stroke
Oleh : Redaksi
Kamis | 30-06-2016 | 14:02 WIB
main-kartu-stroke-bbc.jpg Honda-Batam

Ilustrasi. (Sumber foto: BBC)

BATAMTODAY.COM - Para peneliti dari Kanada mengatakan, bermain kartu sederhana, seperti memainkan kartu snap, bisa membantu pemulihan para pasien yang terkena stroke.

Ilmuwan-ilmuwan ini mengatakan bermain kartu remi dapat meningkatkan keterampilan motorik para pasien stroke.

Tak hanya itu, bermain Jenge, bingo atau konsol game seperti Wii juga memiliki manfaat yang sama.
Mereka mengatakan kepada jurnal Lancet Neurology bahwa jenis pemulihan yang digunakan untuk rehabilitasi motor ini mungkin kurang relevan, selama hal itu dilakukan secara intensif, berulang-ulang dan menggerakkan tangan serta lengan.

Para peneliti merancang studi mereka untuk menguji apakah game virtual reality, yang semakin banyak digunakan sebagai terapi rehabilitasi bagi penderita stroke, lebih baik daripada permainan yang lebih tradisional untuk mengasah keterampilan motorik ekstremitas bagian atas.

Tim dari Kanada ini merekrut sebanyak 141 pasien yang baru saja menderita stroke, dan beberapa gerakan salah satu atau kedua tangan dan lengan mereka terganggu.

Sekitar setengah dari pasien-pasien tersebut, dipilih secara acak, kemudian ditempatkan ke rehabilitasi Wii, sedangkan sisanya diminta untuk melakukan kegiatan rekreasi lainnya, seperti bermain kartu.

Ada kemajuan
Semua pasien tetap menerima perawatan rehabilitasi stroke seperti biasa dan bantuan di atas 10, mereka menghabiskan waktu selama satu jam untuk bermain game atau kartu remi selama dua minggu.

Kedua kelompok menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam keterampilan motorik mereka pada akhir dua minggu dan empat minggu kemudian.

Dan yang penting, kedua kelompok sama-sama bernasib baik, kata para peneliti.

Meski hasil penelitian ini belum jelas, soal berapa banyak kemajuan yang yang dialami para penderita stroke, penelitian lainnya menyarankan untuk menambahkan banyak terapi agar lebih menguntungkan.

Seorang peneliti, Dr Gustavo Saposnik, dari Rumah Sakit St Michael di Toronto, mengatakan, "Kita semua ini seperti teknologi dan memiliki kecenderungan untuk berpikir bahwa teknologi baru lebih baik dari strategi-strategi kuno, tapi terkadang bukan itu masalahnya."

Expand