Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Wanita Ini Rela Berhenti Bekerja Demi Menyusui Pacarnya Setiap Dua Jam Sekali
Oleh : Redaksi
Jum'at | 10-06-2016 | 12:17 WIB
susui-pacar.jpg Honda-Batam

Jennifer Mulford dan Brad Leeson (Sumber foto: Kompas.com)

BATAMTODAY.COM, Atlanta - Wanita ini telah memilih berhenti dari pekerjaannya sebagai bartender agar lebih fokus untuk menyusui pacarnya, seorang binaragawan.

Wanita bernama Jennifer Mulford (36) itu mengatakan, ia ingin menciptakan sebuah hubungan yang disebut "adult breastfeeding relationship" (ABR) dengan pacarnya.

Mulford melakukan itu setelah 20 tahun memiliki anak dan hidup tanpa pasangan sampai akhirnya bertemu lagi dengan mantan pacar masa kecilnya, Brad Leeson (36).

Karena sudah tidak pernah melahirkan bayi lagi, air susunya sudah kering, seperti dilaporkan The Sun, Rabu (8/6/2016).

Terkadang Mulford menggunakan alat pemerah air susu dan pil agar menghasilkan air susu.

Belakangan, ia mencari di internet dan menemukan sebuah situs tentang ABR. Ketika dia membaca tentang menyusui dengan melibatkan pasangan, ia merasa iri.

"Pada saat itu, saya tahu bahwa saya memiliki pasangan hidup. Kami berdua menginginkan hal yang sama dari hubungan ini. Ikatan ajaib itu bisa dicapai dengan menyusuinya," kata wanita dari Atlanta, Georgia, AS, itu.

Untuk membangun sebuah hubungan yang intensif, dan lebih intim, Mulford pun menarik diri sementara dari pekerjaannya sebagai bartender.

"Saya telah memilih untuk istirahat dari pekerjaan saya karena saya ingin mengabdikan segalanya untuk menjalani kebiasaan ini," kata Mulford.

Brad Leeson, seorang binaragawan, berharap bisa meningkatkan penampilan tubuhnya dengan sesi menyusui secara reguler dari pasangannya itu.

Orang-orang dalam hubungan ABR, yang juga dikenal sebagai adult nursing relationships (ANR), disebut sedang "merawat pasangan", seperti ditulis Metro.co.uk.

Kadang-kadang, hubungan seperti ini muncul setelah pasangan telah memiliki seorang bayi.

Dalam kasus yang berbeda, seorang wanita secara artifisial dapat menginduksi laktasi, dengan mendorong pasangan untuk menyusui meski tubuh sedang tidak memproduksi susu, secara teratur sampai aliran air susu lancar.

Sebuah hubungan seperti itu bisa terjadi dan berlangsung untuk waktu yang lama dan stabil atau terjaga.

Mulford dan Leeson hanya menuturkan kisah hubungan mereka yang tidak biasa itu hanya kepada orang-orang dekat mereka, baik sahabat maupun keluarga.

Namun, mereka tidak melakukannya di depan banyak orang. Sejauh ini, cara yang mereka lakukan itu tetap aman.

Menurut Mulford, butuh hubungan intensif dengan menyusui selama dua bulan. Setelahnya, payudaranya sudah bisa menghasilkan air susu.

Editor: Udin