Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tetap Sehat Saat Berpuasa
Oleh : Redaksi
Rabu | 08-06-2016 | 14:10 WIB
PUASA-SEHAT_(1).jpg Honda-Batam

Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM - Puasa selama bulan Ramadan bisa baik untuk kesehatan Anda jika dilakukan dengan benar.

Ketika tubuh kekurangan makanan, ia mulai membakar lemak agar tetap dapat memiliki energi. Hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan. Namun, jika Anda puasa terlalu lama, tubuh akhirnya akan mulai memecah protein otot untuk energi, dan ini tidak sehat.

Dr Razeen Mahroof, dokter dari Oxford, mengatakan ada hubungan yang kuat antara diet dan kesehatan.

"Ramadhan bukan semata-mata kesempatan untuk menurunkan berat badan karena aspek spiritual ditekankan daripada aspek kesehatan," katanya. "Namun, ini adalah kesempatan besar untuk mendapatkan manfaat fisik juga."

Sumber energi selama berpuasa
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam tubuh selama berpuasa tergantung pada panjangnya waktu puasa Anda. Tubuh masuk ke dalam keadaan puasa delapan jam atau lebih setelah makan terakhir, ketika usus selesai menyerap nutrisi dari makanan.

Dalam keadaan normal, glukosa tubuh, yang disimpan di hati dan otot, adalah sumber utama energi tubuh. Selama puasa, penyimpanan glukosa bisa habis yang menyediakan energi. Setelah glukosa habis, lemak menjadi sumber energi berikutnya bagi tubuh.

Dengan puasa berkepanjangan beberapa hari atau minggu, tubuh mulai menggunakan protein untuk energi.

Ini adalah deskripsi teknis dari apa yang dikenal sebagai fase "kelaparan". Hal ini jelas tidak sehat dan bisa menyebabkan kerusakan otot, yang menjadi alasan mengapa orang-orang yang kelaparan terlihat sangat kurus dan menjadi sangat lemah

Namun, Anda tidak mungkin untuk mencapai tahap kelaparan selama bulan Ramadhan, karena Anda diwajibkan berbuka setiap hari.

Transisi dari glukosa menjadi lemak
Puasa Ramadan hanya berlangsung dari fajar sampai senja, energi tubuh dapat diganti dalam masa pra-fajar dan saat berbuka kala senja.

Ini memberikan transisi yang lembut dari penggunaan glukosa sebagai sumber energi utama ke penggunaan lemak, dan ini mencegah kerusakan otot karena pemecahan protein.

Dr Mahroof mengatakan penggunaan lemak untuk energi akan membantu penurunan berat badan dan akhirnya mengurangi tingkat kolesterol Anda.

Harus cukup protein dan lemak baik
Pola makanan yang seimbang dan asupan cairan adalah penting antara puasa. Ginjal sangat efisien dalam menahan cairan tubuh dan garam, seperti natrium dan kalium. Namun, mereka bisa hilang melalui keringat.

Untuk mencegah kerusakan otot, makanan harus mengandung cukup energi, seperti karbohidrat dan jenis lemak baik.

"Pola makan Anda selama berpuasa mirip dengan cara Anda harus makan di luar Ramadhan," kata Dr Mahroof. "Anda harus memiliki diet yang seimbang, dengan proporsi yang tepat dari karbohidrat, lemak dan protein."

Sumber: meetdoctor.com
Editor: Dodo