Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 6 Juni, Puasa Dimulai Senin Besok
Oleh : Irawan
Minggu | 05-06-2016 | 19:32 WIB
menag-lukman-hakim.jpg Honda-Batam

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1437 hijriah jatuh pada Senin, 6 Juni 2016, setelah Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang itsbat di Jakarta pada Minggu (5/6/2016) petang.

 

"Awal Ramadhan jatuh para esok, Senin 6 Juni 2016," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membacakan keputusan awal Ramadhan di Kantor Kemenag, Ahad (5/6).

Menag mengajak umat Muslim beribadah dan menjaga kesucian Ramadhan. "Mari kita menjaga bulan Ramadhan," ucap dia.

Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadhan dan 1 Syawal 1437 hijriyah, yakni masing-masing 6 Juni dan 6 Juli 2016. Itu diumumkan sejak April 2016. Dia memaparkan progres tersebut sebagai upaya untuk menyatukan cara penentuan awal hijriah secara global.

Pada 28-30 Mei lalu, ada pertemuan para ulama dan pakar astronomi Islam di Istanbul, Turki. Di sana disepakati penyusunan Kalender Hijriyah Global, yang dapat berlaku untuk umat Islam sedunia. Namun, kesepakatan ini tak bersifat mengikat bagi negara-negara peserta, termasuk Indonesia.

Sidang tertutup
Pada kesemptana itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan sidang isbat (penetapan) awal bulan Ramadhan 1437 Hijriyah dilakukan tertutup agar tidak memunculkan salah paham di kalangan masyarakat. Sidang itsbat dilakukan secara tertutup sudah dilakukan tahun lalu.

"Kami mengundang para kyai, ulama, tokoh-tokoh agama, pimpinan ormas-ormas Islam, akademisi dan pakar di bidang ilmu falaq untuk hadir dalam sidang isbat ini," kata Menag.

Sidang dilakukan tertutup, menurut Menag, karena hal terpenting yang dibutuhkan masyarakat adalah hasilnya, bukan perdebatannya. Jadi, kata Menag, lebih baik untuk membiarkan suasana perdebatan menjadi panggung tersendiri.

"Perdebatan dalam isbat awal Ramadhan bukan konsumsi publik. Perdebatan para ahli, kalau dikonsumsi masyarakat umum khawatir justru berpotensi memunculkan salah faham," kata Menag.

Kementerian Agama telah menyiapkan petugas pengamatan hilal (rukyatul hilal) di beberapa titik pemantauan di Indonesia.

Jika ada yang berhasil melihat hilal, maka sidang isbat memutuskan awal Ramadhan pada Senin, 6 Juni 2016.

Sebaliknya, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari dan awal Ramadlan pada Selasa, 7 Juni 2016.

Menag berharap umat muslim Indonesia dapat mengawali puasa Ramadhan secara bersama-sama. Proses sidang isbat juga diharapkan berjalan lancar dan tidak terjadi perdebatan berkepanjangan.

Editor: Surya