Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ada Dugaan Gerakan Sistematis PKI Menyerang HMI
Oleh : Saibansah
Senin | 09-05-2016 | 08:00 WIB
zamikarim9.jpeg Honda-Batam

Zamzami A. Karim, nggota Pimpinan Kolektif Majelis Wilayah (PKMW) KAHMI Provinsi Kepri. (Foto: Dok Pri)

MENJELANG Hari Lahir PKI (Partai Komunis Indonesia), para aktivis HMI dan KAHMI memantau adanya gerakan sistematis menyerang simpul-simpul yang secara historis berada di garda terdepan melawan ideologi kiri itu. Salah satunya yang telah diserang itu adalah HMI. Benarkah ada gerakan sistematis anak-cucu PKI menyerang HMI? Berikut hasil wawancara wartawan BATAMTODAY.COM, Saibansah dengan anggota Pimpinan Kolektif Majelis Wilayah (PKMW) KAHMI Provinsi Kepri, Zamzami A. Karim.

 

Hari ini, Senin, 9 Mei 2016, adalah Hari Lahir PKI, sebuah partai politik beraliran kiri yang telah beberapa kali melakukan kudeta dan pemberontakan untuk mengganti ideologi Pancasila. PKI sudah dilarang di Indonesia, tapi dalam beberapa bulan terakhir, tanda-tanda kebangkitan anak cucu PKI itu semakin menguat.

Tidak hanya itu, mereka juga telah berani menampilkan kehadiran mereka di depan publik. Seperti memakai kaos bergambar palu arit, menyanyikan lagu-lagu khas PKI di panggung umum atau memasang stiker bersandi PKI di mobil atau sepeda motor mereka.

Inilah yang harus diwaspadai oleh semua elemen bangsa Indonesia yang masih setia kepada ideologi Pancasila dan UUD 45. Termasuk oleh HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam). Apalagi, sebuah serangan terhadap organisasi mahasiswa Islam itu sudah dilontarkan oleh Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Saut Situmorang. Mantan Staf Ahli BIN (Badan Intelijen Negara) itu secara terbuka di sebuah televisi swasta mengatakan, jika anggota HMI telah lulus tahap pembinaan LK-1, maka kader itu akan menjadi koruptor.

"Nampaknya beliau termasuk HMI-fobia. Karena organisasi kemahasiswaan yang dia cap hanya HMI. Padahal banyak Organisasi Kemahasiswaan lain yang juga besar dan bersikap kritis," ujar Zamzami A. Karim yang juga telah mengikuti LK (Latihan Kader) tahun 1985 lalu di HMI Komisariat Fisipol UGM. Salah satu teman seangkatan Zamzami saat LK itu adalah yaitu KH. Yahya Kholil Staquf, putra KH Kholil Bisri asal Rembang.

Expand