Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Genjot Daya Saing, Darmin Minta semua Pekerja harus Miliki Sertifikat
Oleh : Redaksi
Selasa | 26-04-2016 | 16:00 WIB
Darmin1.jpg Honda-Batam

Menteri Perekonomian Darmin Nasution

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pekerja Indonesia perlu memiliki sertifikasi demi menggenjot daya saing.

 

Hal itu disampaikan Menko Darmin saat menyaksikan penandatanganan kerja sama percepatan peningkatan daya saing tenaga kerja dan sertifikasi pelatihan kerja, antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Selasa (26/4/2016).

"Apa yang kita lakukan saat ini adalah langkah yang penting sehingga bisa mempercepat dilahirkan standar kompetensi, untuk meningkatkan daya saing para pekerja," kata Darmin.

Masih menurut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) era SBY ini, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sejatinya bisa diberdayakan untuk berperan aktif dalam upaya mengerek daya saing pekerja Indonesia.

Hanya saja, kata Menko Darmin, sistem dan mekanismenya belum memungkinkan. Yang terjadi, saat ini, sertifikasi BNSP tidak memiliki pengaruh apa-apa.

"Kita tidak punya mekanisme yang memadukan semua pihak untuk bekerja sama, agar standar kompetensi (pekerja Indonesia) bisa dibangkitkan," ungkapnya.

Diharapkan Darmin, melalui kerja sama antara Kemenaker dengan Kadin Indonesia, diharapkan bisa mempercepat jalannya mekanisme peningkatan keterampilan tenaga kerja, melalu program pelatihan terpadu. Yang meliputi, program pelatihan, pemagangan dan sertifikasi.

"Pemerintah merasa perlu mengajak banyak pihak untuk terlibat bersama-sama mengembangkan pelatihan-pelatihan. Bahkan perlu memasukkan program ini sebagai program prioritas," tandasnya.

Berdasarkan data Kemenaker, pada 2015, jumlah angkatan kerja mencapai 122,38 juta orang. Sebanyak 50,8 juta pekerja adalah lulusan SD ke bawah. Alhasil, pekerja Indonesia sulit mendapat kualifikasi keterampilan dan keahlian yang cukup. Sementara lulusan SMP sebanyak 20,7 juta, dan lulusan SMA sebanyak 19,8 juta.

Editor: Surya