Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Anambas Dapat Kapasitas 100 Giga Jaringan Serat Optic
Oleh : Fredy Silalahi
Kamis | 14-04-2016 | 20:05 WIB
jaringan_optik.jpg Honda-Batam
ilustrasi pekerjaan pembangunan jaringan optik (foto: ist)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Jaringan kabel fiber optic yang sejalan dengan target rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019, diperkirakan rampung akhir Desember 2018. Pemenang tender PT Palapa Ring Barat Indonesia yang mencakup 14 titik di bagian Barat Wilayah Indonesia, menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau sampai dengan Pulau Natuna dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000 Km.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kepulauan Anambas, Ody Karyadi mengatakan, perusahaan tersebut akan melakukan survei terminal landing di bulan Juni 2016 dan mengurus segala perizinan.

"Bulan Juni nanti, mereka akan melakukan survey ke lapangan dan pada saat itu juga mereka akan mengurus surat izin penempatan kabel laut, dan ini bisa dimanfaatkan masyarakat Anambas pada awal Januari 2019 nanti," katanya, Kamis (14/04/2016).

Ody menambahkan, untuk Kabupaten Kepulauan Anambas, diberikan kapasitas sebesar 100 Giga dan akan dibagi di tiga pulau besar.

"Kita dapat kapasitas 100 Giga untuk jangka waktu 5 tahun dan itu nanti akan kita bagi ke Pulau Jemaja dan Palmatak dengan akses radio atau propider," ujarnya.

Ody menjelaskan, PT Palapa Ring Barat Indonesia tersebut hanya melakukan pembangunan dan pengoperasian selama 15 tahun dengan jaminan pasar dari pemerintah dan selebihnya akan dikelola Negara.

"PT Palapa Ring ini akan membawa perubahan revolusi dalam komunikasi. Kalau pembangunan dan pengoperasian selama 15 tahun ke depan ditanggung oleh pihak perusahaan. Tapi setelah 15 tahun, akan diserahkan kepada Negara, segala infrastrukturnya akan ditanggung Negara juga," katanya.

Ody juga menerangkan bahwa letak kabel laut dan darat akan ditanam agar tidak menggangu daerah konservasi.

"Kita meminta untuk penempatannya di Tanjung Momong dan Tanjung Angkak agar tidak menggangu daerah konservasi laut. Sedangkan untuk segala resiko ditanggung oleh pihak perusahaan," terangnya.

Editor: Udin