Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ketum Golkar Terpilih Diharapkan Lepas Jabatan Strategis
Oleh : Irawan
Sabtu | 12-03-2016 | 12:10 WIB
Yorrys.jpg Honda-Batam
Yorrys Raweyai

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Para kandidat bakal calon Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar yang akan maju di Musyawarah Nasional Luar Biasa atau Munaslub Partai Golkar mendatang, harus rela melepas jabatan strategisnya, baik di eksekutif, yudikatif maupun legislatif.


Hal ini diperlukan agar ketua umum mendatang bisa fokus menjalankan tugasnya di partai tanpa dibebani dengan tugas lainnya.

"Apalagi jika melihat tantangan dan permasalahan yang ada, maka diperlukan seorang pemimpin yang hanya fokus untuk ngurusin Partai Golkar," kata Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Yorrys Raweyai, ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Sabtu (12/3/2016).

Melanjutkan pernyataannya, Yorris menegaskan, bahwa setiap kader Golkar berhak mencalonkan diri untuk maju sebagai calon ketua umum, bukan orang luar mau jadi atau pun dijadikan ketua umum. 

Namun demikian, bekas anggota DPR ini mengingatkan, bahwa Golkar membutuhkan pemimpin yang full time karena tantangan dan masalah yang dihadapin Golkar ke depan tentunya membutuhkan orang mau fokus dan tidak terbagi waktunya dengan tugas-tugas lainnya.

Yorrys mengelak menjawab apakah keinginannya itu karena keputusan Partai Golkar yang akan bergabung dalam pemerintahan, sementara Presiden Jokowi sendiri tidak menginginkan bahwa ketua-ketua umum partai-partai pendukungnya merangkap jabatan.

"Kalau untuk itu nanti diputuskan dalam sidang-sidang di Munaslub. Orang luar tidak bisa intervensi keputusan Partai Golkar. Yang jelas siapapun yang terpilih tentunya adalah orang yang memiliki komitmen untuk membesarkan Partai Golkar," tegasnya.

Seperti diketahui, Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Partai Golkar, Ade Komarudin mendeklarasikan diri sebagai ketua umum Partai Golkar di Yogyakarta. Ade sebelumnya juga diisukan memiliki komitmen untuk tidak menjadi ketua umum dan akan fokus menjadi ketua DPR usai menggantikan Ketua DPR Setya Novanto yang mundur.

Sementara itu dari pantauan di lokasi acara tersebar isu bahwa deklarasi pencalonan Ade Komarudin sebagai ketua umum Partai Golkar ternyata tidak mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pengurus partai di tingkat I dan II.

Terbetik kabar dari seorang sumber bahwa hanya ada 4 ketua DPD I dan sebagian kecil saja pengurus DPD II yang hadir. Bahkan tidak sedikit para ketua DPD tersebut terlihat masih bertemu dengan calon-calon lainnya sebelum hadir di Jogja.

Beberapa ketua DPD yang tidak hadir antara lain ketua DPD I NTB, NTT, Sulut dan Jambi. Sementara pengurus DPD II Jatim dari 38 DPD II, 22 tidak hadir. 

Editor: Surya