Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Presiden 'Tidak Happy' Pembantunya Ribut di Ruang Publik
Oleh : Redaksi
Jum'at | 04-03-2016 | 11:33 WIB
joko.jpg Honda-Batam
Presiden RI, Joko Widodo (Foto : ist)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai bukan dipicu ribut atau saling silang pendapat antar menteri di ruang publik.

Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII), Edy Suandi Hamid melihat alasan marahnya Presiden Jokowi karena adanya Menteri yang lebih patuh pada Parpol Pengusung.

Atau bahkan, kata Prof Edy, Jokowi marah karena melihat ada agenda Menteri yang berbeda dengan agenda yang sudah digariskan Presiden.

"Saya kira bukan soal ribut di ruang publik yang membuat marah Jokowi," ujar Edy, Kamis (3/3/2016).

Karena itu dia menduga kegaduhan ini akan dijadikan momentum melakukan reshuffle kabinet.

Kemarahan Jokowi menunjukkan bahwa ia tidak main-main dan akan bertindak tegas terhadap pembantunya yang lebih loyal terhadap partai.

"Apalagi pada masa presiden-presiden sebelumnya sejak Orde Baru hampir tak pernah situasi seperti ini," ucapnya.

Hal ini imbuh dia, seolah Presiden kurang wibawa kalau tidak tegas menyikapi perilaku pembantunya yang tak memahami etika kerja dalam suatu korps pemerintahan.

"Jadi bisa dipahami kalau presiden akan melakukan reshuffle tersebut," katanya.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi Sapto Pribowo mengungkapkan Presiden Joko Widodo tidak senang terkait adanya sejumlah menteri saling berdebat di publik.

"Tentu Presiden tidak happy dengan situasi seperti itu. Kembali beliau menegaskan bahwa tolong ini dihentikan kepada para menteri," ujar Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sudah kesekian kalinya, Presiden Jokowi mengingatkan kepada para menteri agar menghindari perdebatan di publik. Presiden juga telah menyampaikan ruang berdebat dibuka seluas-luasnya di dalam rapat kabinet.


Sumber : Tribunnews.com
Editor : Udin