Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Banyak Investor Hengkang ke Luar Negeri, karena Pemerintah Tarik China
Oleh : Surya
Rabu | 03-02-2016 | 19:41 WIB
Enny_Sri_Hartanti.jpg Honda-Batam
Direktir Eksekutif INDEF Enny Srri Hartanti

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Direktur Eksekutif The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, menyatakan sah saja sejumlah perusahaan asing yang sudah puluhan tahun berada di Indonesia lari ke negara-negara tetangga.

Pasalnya, menurut Enny, karena berbagai kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintahan Joko Widodo lebih berpihak kepada investor baru.

"Ini efek dari sembilan paket ekonomi Pemerintahan Jokowi yang secara khusus dibuatkan bagi investor baru. Intinya, pemerintah ini menarik investor dari China. Di isi lain Cina sekarang sedang mengalami hard landing karena pertumbuhannya yang berkembang cepat sebesar 20 persen kini anjlok dan tinggal 6 persen saja," kata Enny Sri Hartati, di Jakarta, Rabu (3/2/2016).

Seharusnya, menurut Enny, lebih penting bagi pemerintah di tengah situasi ekonomi dunia yang seperti ini untuk mengambil langkah atau paket kebijakan yang berpihak pada investor lama yang telah lebih dulu eksis di Indonesia, sehingga mereka lebih tertarik untuk mengembangkan usaha mereka di Indonesia dengan menambah investasinya.

“Mestinya pemerintah lebih mementingkan paket ekonomi yang berpihak pada investor lama sehingga mereka bisa menambah modalnya di Indonesia dan investasi yang sudah berjalan bisa terus bergerak dan berkembang," tegasnya.

Berbagai keluhan dari investor lama yang dirasa mempersulit usaha mereka di Indonesia tidak pernah direspons pemerintah.

“Sementara investor baru seperti dibentang karpet merah, padahal perusahaan-perusahaan China secara historik tidak memiliki komitmen yang jelas. Dari 10 komitmen perusahaan China, paling hanya 2 yang dipenuhi," tegas Enny.

Selain itu, setiap investor pasti berhitung segala risiko dan kepastian usahanya di Indonesia.

“Saat ini, investor yang ada di Indonesia, tidak merasakan adanya dukungan kepastian usaha dari pemerintah dan tidak ada langkah untuk membantu mereka mempertahankan usaha mereka karena peraturan berubah terus,” pungkasnya.

Editor: Surya