Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Janji Jokowi ke Pemerintah Singapura

Pemerintah akan Berikan Kepastian Hukum dan Iklim Investasi yang Kondusif di BBK
Oleh : Surya
Selasa | 05-01-2016 | 18:26 WIB
Franky_Sibarani.jpg Honda-Batam
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani, mengatakan, pemerintah berencana untuk memberikan kepastian baik itu dari iklim investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam, Bintan dan Karimun (BBK).


Hal itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan pemerintah Singapura beberapa waktu lalu.

"Jadi, kendala-kendala yang selama ini yang menghambat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia juga akan diberi kepastian," kata Franky di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/1/2016).

Menurut Franky, pemerintah Singapura akan meningkatkan investasi di Indonesia di bidang pembangunan infrastruktur dan kawasan industri terpadu, seperti kawasan industri di BBK.

"Jadi, rapat hari ini sebagai tindak lanjut dari kunjungan Presiden Singapura. Masih diwarnai diskusi dan laporan terkait perkembangan otoritas Batam. Intinya, pemerintah akan memberikan kepastian, dan iklim lebih menarik di BBK," katanya.

Franky mengatakan, selain memberikan kepastian, isu yang masih menjadi prioritas saat ini ialah bagaimana mengatasi dualisme antara pemerintah Batam, maupun otoritas terkait. 

Sebab, selama ini, faktor penghambat masuknya investor di Batam adalah, karena adanya dua otoritas memiliki kewenangan. Baca: BKPM Sebut Ada Tiga Masalah Picu Pelambatan Ekonomi Batam

"Ketenagakerjaan, proses-proses dualisme pemerintah dan badan pengurus otoritas Batam. Masalah rencana tata ruang wilayah. Jadi, bagaimana menjadi lebih efektif saja. Singapura juga mengatakan, BBK salah satu tujuan investasi yang penting," katanya.

Namun, menurut Franky, pemerintah sampai saat ini belum memiliki langkah konkret untuk mengakselerasi rencana tersebut. "Tapi khusus di Batam, kondisi saat ini mulai membaik apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Kepala BKPM ini.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan pembicaraan antara Presiden Jokowi dengan pemerintah Singapura pada Juli 2015 lalu, pembahasannya masih berlanjut.

"Saya sampaikan, pembicaraan yang dibahas Presiden dengan PM Singapura pada Juli lalu, dimana keinginan Singapura ingin tingkatkan investasi di Batam, belum kan masih berlanjut. Nanti ditanya ke yang lebih berwenang," kata Menlu.

Editor: Surya