Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Toko di Australia Tolak Terima Uang yang Disimpan di Balik Pakaian Dalam Konsumen
Oleh : Redaksi
Selasa | 05-01-2016 | 14:44 WIB
uang di dalaman dailymail.jpg Honda-Batam
(Sumber foto: dailymail)

BATAMTODAY.COM - Semakin banyak pemilik toko dan pengusaha yang menentang perilaku membawa uang yang tidak lazim di Australia Barat. Mereka secara terang-terangan menolak uang yang disimpan di bra atau bagian tubuh lainnya.

Sejumlah supermarket dan toko di Kota Geraldton dan Carnarvon memasang tanda yang menyarankan agar konsumen tidak menyerahkan  uang yang diambil dari bra atau pakaian dalam mereka.
 
Vicki Brand menempatkan tanda ditoko sembako mereka di Bluff Point, Geraldton dan mengatakan perempan biasa menyerahkan uang dalam kondisi basah karena disimpan didalam bra mereka.
 
Ia mengatakan kondisi usaha saat ini memang sedang sulit dan dia tidak ingin juga menolak konsumen tapi praktek menyimpan uang di pakaian dalam menurutnya tidak sehat.
 
"Saya tidak tahu adakah hukum yang mengatur hal semacam ini, tapi bagi saya ini semata masalah menghormati orang lain," katanya.
 
"Dan ini juga terkait masalah kesehatan,"
 
Menurut Brand upaya menaruh papan ditokonya ini tidak terlalu sukses oleh karena itu Brand selalu meletakan pencuci tangan anti bakteri di dekat mesin kasirnya.
 
"Kami tidak terlalu kaku juga terkait aturan uang tersebut, karena ..Anda tahulah,  penjualan bagi kami penting,"
 
"tapi orang seharusnya mengetahui tanda ini biasanya akan mengeluarkan uang mereka dari branya sebelum masuk ke dalam toko kamu,"
 
Sebelumnya langkah ini juga telah memicu kekecewaan sebagian konsumen di kawasan ini.
 
Manajer toko retail di Geraldton, yang menolak menyebutkan nama mengatakan metode membawa uang dengan cara disimpan didalam pakaian dalam ini sudah sangat biasa.
 
Para pemilik toko memiliki hak untuk tidak menerima uang yang disimpan dengan cara yang kurang sopan itu.
 
Direktur eksekutif, Asosiasi Toko Retail Australia,  Zimmerman mengatakan ini pertama kali dia mendengar isu ini, tapi menurutnya pelaku usaha berhak menolak uang yang basah oleh keringat dan menunjukan secara terbuka sikap mereka.
 
Zimmerman mengatakan pengecer memang seharusnya bisa memilih untuk tidak menerima kertas dan koin selama ada papan pengumuman yang jelas.
 
"Saya pikir apa yang Anda harus sadari adalah bahwa dari sudut pandang pelanggan, hal ini semata merupakan  masalah kesehatan bagi staf," katanya.
 
"Anda dapat memahami mengapa staf Anda  tidak ingin mengambil uang itu, jadi mungkin mengapa pelanggan perlu berpikir ulang sebelum mereka menyimpan uangnya di pakaian dalam mereka."

Sumber: ABC Radio Australia