Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Program OTA Ketua PGRI Kepri Belum Maksimal
Oleh : Habibi
Selasa | 10-11-2015 | 09:30 WIB
dadang,_konfrensi_provinsi_pgri.jpg Honda-Batam
Ketua PGRI Kepri, Dadang Abdul Gani. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Huzaifa Dadang Abdul Gani pernah mencanangkan tentang niatnya untuk memajukan SMA PGRI yang terletak di Jalan Kijang lama, Tanjungpinang. 


Dadang pun mencanangkan program orang tua asuh (OTA) untuk 40 anak didik yang mendaftar disekolah tersebut. namun ternyata, program tersebut belum berjalan seperti yang Dadang harapkan.

Dadang mengatakan, OTA nantinya akan diberdayakan seluruh Kepala dinas yang ada di Kota Tanjungpinang sebagai penyumbang dana untuk peserta didik dengan 1 kepala dinas menjadi OTA bagi 1 anak. 

Namun, Dadang mengatakan, program tersebut belum jalan, meskipun Wali Kota Tanjungp[inang, Lis Darmansyah telah merestui program yang dicanangkan Kepala Dinas Pendidikan tersebut.

"Sudah berjalan, namun belum maksimal. Sementara untuk orang tua asuh dari kepala dinas itu belum berjalan. Sebenarnya Pak Wali sudah merestui, namun tindak lanjutnya belum," ujar Dadang.

Alhasil, Dadang akhirnya memberdayakan anggota PGRI yang notabene adalah guru-guru, sebagai OTA untuk 24 anak yang mendaftar di SMA PGRI tersebut. 

"PGRI sudah ada gerakan peduli SMA PGRI, jadi mereka menabung dengan sistem potong gaji, itu untuk membiayai anak sekolah. Selain itu pengurus juga bersedia menjadi orang tua asuh, tapi tidak 1 orang satu anak murid, mungkin 3 guru 1 anak murid," ujar Dadang.

Untuk masalah program tersebut, kata Dadang, akan terus ditindaklanjuti ke Pemko Tanjungpinang. Namun, untuk sementara akan berdayakan guru terlebih dahulu.

"Yang jelas program itu berjalan, dan tidak ada sedikitpun saya paksakan, ini guru-guru tulus membantu SMA PGRI dan siswanya," ujar Dadang

Editor: Dardani