Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pecat Guru Favorit, Kadisdik Bakal Panggil Kepsek SMAN 19 Batam
Oleh : Gokli
Sabtu | 05-09-2015 | 16:21 WIB
IMG_20150128_123706_edit(1).jpg Honda-Batam
Kadisdik Batam, Muslim Bidin

BATAMTODAY.COM, Batam - Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengaku belum mengetahui duduk persoalan pemecatan seorang guru hononer di SMAN 19 Kecamatan Batuaji. Ia berjanji akan memanggil Kepala sekolah dan guru yang dipecat itu ke Dinas Pendidikan.

"Saya akan panggil Kepsek dan guru yang dipecat itu ke Dinas. Kita akan tanya apa permasalahannya," kata Muslim, Sabtu (5/9/2015) di Harmoni One, Batam Center.

Muslim menjelaskan, alasan Kepsek SMAN 19 Batuaji melakukan pemecatan karena melanggar kode etik sangat disayangkan. Sebab, kode etik guru itu banyak, sehingga perlu dipertimbangkan dengan sangat matang."‎Kode etik guru itu banyak, kalau masih bisa dianulir kenapa langsung dikeluarkan," ujarnya.

Sebelumnya, ‎ratusan siswa melakukan demo di SMAN 19 Kecamatan Batuaji. Aksi demo spontan tersebut lantaran ratusan siswa tidak terima pihak sekolah mengeluarkan Dina, salah satu guru pelajaran bahasa Inggris dari sekolah tersebut.

Saat melakukan orasi, salah satu siswa sambil memegang selembar kertas yang bertuliskan 'Please Back Our Teacher' mengatakan agar kepala sekolah yang diketahui bernama Nelly Chandrawati, memanggil kembali guru favorit mareka yang biasa disapa Miss Dina tersebut.

"Panggil kembali guru favorit kami. Miss Dina guru yang baik. Kami ingin miss Dina masuk dan mengajar kembali di sekolah ini," teriak ratusan siswa di depan sekolah tersebut.

Salah satu siswi kelas XI IPS yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, aksi demo tersebut dilakukan secara spontan, saat pihak sekolah mengeluarkan salah satu guru favorit mareka dari kelas dan tidak diizinkan lagi mengajar di sekolah tersebut.

Menurut siswi itu, pihak sekolah juga sudah menuding kalau miss Dina sudah melanggar kode etik yang ditentukan di sekolah tersebut. Sementara, menurut ratusan siswa itu, miss Dina mengajar sangat baik dan memiliki sopan santun terhadap siswa.

"Miss Dina mengajar sangat bagus. Aneh aja kok tiba-tiba dikeluarin gitu,"keluh siswa tersebut.

Dua jam kemudian, beberapa perwakilan siswa dan siswi dipanggil untuk melakukan mediasi bersama pihak sekolah dan pihak Disdik Batam.

Usai mediasi, Kepala Sekolah SMAN 19 Batam, Nelly Chandrawati mengatakan, kejadian yang berujung demonstrasi ratusan siswa dan siswi itu hanya masalah internal. Terkait pemecatan salah satu guru tersebut, siswa sudah menyetujui untuk mencari pengganti guru baru dan bahkan sudah tertera di atas kertas.

"Sudah selesai. Ini masalah internal saja. Kita sudah buat surat pernyataannya. Siswa juga sudah terima untuk mencari guru baru," ujarnya

Disinggung mengenai kode etik yang dilanggar oleh guru yang dikeluarkan tersebut, Nelly enggan berkomentar dan langsung meninggalkan pewarta. "Sudah, sudah...semuanya sudah selesai," kata Nelly sambil meninggalkan beberapa pewarta di depan ruangannya.

Sementara itu, Dina yang dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, pemutusan hubungan kerja antara pihak sekolah dengan dirinya itu sudah dua kali dilayangkan. Yang pertama kata Dina lagi, pihak sekolah mengatakan dirinya masih kurang wawasan, dan yang kedua pihak sekolah juga menyatakan kalau dirinya hanya lulusan Unrika yang masih memiliki Akreditasi C.

"Saya disuruh lanjut S2 oleh pihak sekolah itu. Maka dari itu, saya ke Disdik untuk konsultasi terkait hal ini. Dari situlah pihak sekolah ini menuduh saya sudah melanggar kode etik dan melangkahi Kepala Sekolah. Dan melalui surat yang ketiga ini, saya langsung dikeluarkan,"pungkasnya.

Menanggapi permasalahan itu, PL Tobing selaku perwakilan dari Disdik mengatakan, masalah saat ini karena siswa cepat emosi lantaran guru favorit mareka diganti. Keluarnya salah satu guru itu, menurut pihak sekolah karena melanggar kode etik.

"Sudah disepakati untuk mecari guru penggantinya. Dan sudah ada surat pernyataannya dan bermeterai. Saya harap kepada pihak sekolah untuk segera mencari guru pengganti. Jangan sampai siswa dan siswi ini menjadi korban nantinya,"kata Tobing usai memediasi.




Editor : Udin