Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Inilah Jawaban Sani Terkait Keterlambatan Insentif Guru di Kepri
Oleh : Charles Sitompul
Selasa | 11-08-2015 | 19:25 WIB
bantuan_uang.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Gubernur Provinsi Kepri Muhammad Sani mengatakan belum dibayarkannya insentif guru di Kepri, disebabkan adanya defisit dan belum seimbangnya aliran dana masuk dan keluar (cash flow) kas APBD 2015. Kendati demikian, Sani menyatakan akan tetap membayarkan insentif ratusan guru di Provinsi Kepri tersebut, jika cash flow APBD sudah diperhitungkan. 

"Saat ini dalam penghitungan keuangan, dan akan tetap dibayarkan karena dana insentif itu tetap masuk dalam pembiayaan APBD dan tidak termasuk dalam rasionalisasi/pemotongan anggaran akibat adanya defisit," kata Sani kepada BATAMTODAY.COM, ketika dikonfirmasi usai pelantikan tiga Penjabat Bupati di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa (11/8/2015). 

Sani mengatakan pihak keuangan Pemerintah Provinsi Kepri masih terus memperhitungkan cash flow dalam membiayai sejumlah pekerjaan proyek kegiatan fisik, khususnya sejumlah kegiatan yang akan ditunda pelaksanaannya ke tahun 2016. 

"Saat ini, perhitungan cash flow APBD akibat adanya defisit Rp 670-800 miliar dalam APBD Murni 2015 ini sedang dilakukan pihak keuangan, dan kalau sudah memungkinkan dalam waktu dekat ini, dana insentif guru di Kepri itu akan tetap dibayarkan," kata Sani.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah guru dan guru honorer di sejumlah kabupaten/kota di Kepri, mengeluh atas insentif yang tidak kunjung diterima sejumlah guru ‎dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini hingga Agustus 2015. 

Sejumlah guru honorer di Batam mengengaku, bantuan pendidikan sebesar Rp.1,5 juta per bulan sebagaimana diterima setiap semester ini, ‎bagi mereka, sangat berarti bagi mereka mengingat kecilnya gaji yang diterima per bulan.

"Sampai sekarang belum keluar juga, Bang. Yang jelas sampai sampai sekarang saya belum juga menerima bantuan insentif dari Pemprov Kepri itu," kata guru honorer di salah satu sekolah dasar di Sagulung, Batam, ini yang meminta namanya untuk tidak ditulis, saat dihubungi BATAMTODAY.COM, Sabtu (8/8/2015) siang.

Menurutnya, pengucuran insentif pada tahun lalu tidak pernah mengalami kendala, apalagi terlambat. "Tahun lalu kami terima pada bulan 12 kemaren, Bang. Biasanya untuk insentif berikutnya kalau nggak di bulan enam ya di bulan tujuh. Itu pun sudah paling lama. Sekali enam bulannya kami terima. Itu pun nggak banyak kali. Tapi, ya Alhamdulillah-lah bisa bantu-bantu buat makan," ujarnya.

Dia mengaku pernah menanyakan kepada dinas pendidikan mangapa insentif para guru ini belum kunjung cair. Namun jawaban yang diberikan oleh pihak terkait tersebut belum dapat memuaskan rasa penasaran para guru ini.

"Katanya mungkin tanggal 15 ke atas. Tapi nggak tahu juga 15 bulan apa," katanya kesal.

Ia mengaku sangat mengharapkan insentif tersebut. Bahkan beberapa rekan pengajar lainnya juga menanti-nantikan bantuan ini.

"Kami sedihlah. Karena uang itu bisa juga beli susu anak. Mudah-mudahanlah cepat keluar," harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Mardiana, yang dihubungi, mengaku pencairan insentif guru pada tahun ini mengalami keterlambatan. Menurutnya, defisit anggaran pada tahun ini juga turut mempengaruhi ketersediaan anggaran.

"Bukannya kami tak mengusahakan, tetap mengusahakan. Ini karena defisit, maka skema penganggaran benar-benar diperhitungkan dengan matang," kilahnya.

Sebelumnya Mardiana berjanji akan mengupayakan pencairan insentif ini pada awal Agustus.

Editor: Dodo