Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Minggat Karena Sakit Hati Sama Ibu Tiri

Hendra Pilih Tunggu Dijemput Tante di Kantor Polisi
Oleh : gokli
Kamis | 14-07-2011 | 15:49 WIB
penganiayaan-anak-ilustrasi-_110531161254-981.jpg Honda-Batam

PKP Developer

Ilustrasi kekerasan terhadap anak

BATAM, batamtoday - Hendra Sinaga, seorang pelajar kelas 3 di sebuah SMA di Batam minggat. Alasannya, tak betah di rumah karena tak cocok dengan ibu tiri. Dia pun memilih bertahan di Kantor Polsek Sagulung, sampai tante dari pihak ibunya datang menjemput.

Hendra Sinaga (16) sudah enam hari meninggalkan rumahnya di Bengkong. Dia memilih pergi menjumpai teman-temannya dan menginap di tempat lain. Tapi, entah mengapa, seorang tetangga tempat Hendra menginap, mengantarkannya ke Kepolisian Sektor (Polsek) Sagulung, Kamis (14/7/2011).

Hendra mengaku, tak mau pulang ke rumah karena ibu tirinya tidak mempedulikannya. "Ibu tiri saya tidak peduli sama saya, dan juga tidak ada rasa sayang," ujarnya.

Ihwal kepergiannya alias minggat dari rumah yang dihuni bersama bapak dan ibu tiri, dikarenakan dia kesal. Hendra menceritakan kepada batamtoday, bahwa saat itu dia kehilangan handphone miliknya yang sedang diisi baterei di atas meja. Namun, ibu tiri menjawabnya dengan marah-marah. "Nggak tahu saya," ungkap Hendra menirukan ibu tirinya. Hendra pun menanggapi ibu tirinya dengan marah, lalu pergi menjumpai teman-temannya.

Para wartawan dan polisi yang mendengar penuturan Hendra, mencoba menghubungi saudaranya. Lalu, keluarga Hendra akan segera menjemputnya di Polsek. Namun Hendra mengancam, hanya ada satu orang yang dia inginkan agar menjemputnya, yaitu sang tante. Andai bapaknya, U Sinaga, yang menjemput, Hendra bersikukuh akan menolaknya. "Saya nggak mau pulang kalau bapak yang jemput," tuturnya.