Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sekolah Tasmania Didesak Ajarkan Siswa Kemampuan Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual
Oleh : Redaksi
Selasa | 04-11-2014 | 10:51 WIB
pelecehan-wpc.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM - Pakar perlindungan anak mendesak agar pendidikan anti-kekerasan diberikan di sekolah-sekolah di Tasmania. Pakar menginginkan strategi anti pelecehan seksual bagi anak-anak diajarkan di sekolah-sekolah tersebut.
 

Pelatih Anti kekerasan pada anak, Holly Ann Martin mengatakan satu dari 3 perempuan dan 1 dari 4 laki-laki mengalami pelecehan seksual ketika berusia 18 tahun. Untuk mengantisipasi hal ini Martin, pendiri lembaga nirlaba Safe 4 Kids, mengatakan mengajarkan anak-anak kemampuan melindungi diri sendiri di sekolah harus menjadi prioritas.

"Kemampuan semacam ini perlu diajarkan disekolah, dan juga di pusat perawatan anak, kurangnya pendanaan di Tasmania menyebabkan perlunya desakan keras, mengingat di negara bagian lain sudah ada koordinator yang dibayar,” katanya.

Program Perilaku Melindungi dari Safe 4 Kids bertujuan untuk memberdayakan anak-anak.

"Anak-anak kami ajarkan nama-nama anatomi yang benar mengenai bagian tubuh mereka dan tidak boleh ada yang menyentuh bagian pribadi dari tubuhnya.

Dan jika hal itu terjadi, itu bukan salah mereka – itulah pesan penting yang perlu diberikan kepada anak-anak,” katanya.

"Program ini juga mengajarkan orang dewasa untuk paham apa yang harus diucapkan jika anak-anak mengaku telah menjadi korban pelecehan..misalnya dengan mengatakan terima kasih, saya percaya pada kami dan ini bukan kesalahan kamu,” katanya.

"Anak-anak mungkin hanya akan bilang saya tidak mau pergi ke rumah paman, dan orang tua bisa mengatakan ‘Ayo Cepat masuk ke mobil kita sudah terlambat’. Padahal mungkin saja anak berusaha untuk membuat pengakuan namun mereka sungkan,nah kita memberikan mereka keterampilan untuk mengungkapkan ceritanya,”
 
Desak dukungan pendanaan dari pemerintah
Petalynne Hay salah seorang relawan dari sekretaris Safe 4 Kids mengaku pendanaan dari pemerintah akan memberikan perubahan besar bagi pelatihan yang bisa diberikan oleh lembaganya.
 
"Kami mengajarkan anak-anak bahasa yang memungkinkan mereka bisa meminta bantuan, dikenali ketika mereka merasa tidak aman dan harapannya bisa mencegah mereka mengalami kekerasan di tingkat awal,” katanya.
 
"Sayangnya kami harus menghentikan kegiatan itu untuk sementara waktu karena tidak ada lagi bantuan dana dari pemerintah untuk mendukung program tersebut,” katanya.
 
Hay mengatakan seringkali sekolah meminta bantuan mereka ketika kekerasan sudah berlangsung.
 
Menteri Layanan Kemanusiaan, Jacqui Petrusma mengatakan saat ini pemerintah tengah membangun strategi untuk anak bayi dan balita yang rentan, serta menghadirkan proses independen untuk mengevaluasi kematian anak dan kecelakaan serius.
 
Sementara mengenai isu pendanaan bagi program perlindungan, Petrusma mengatakan pemerintah berkomitmen untuk melindungi anak rentan dan remaja,”
 
"Pemerintahan liberal telah melakukan investasi yang signifikan dalam mendidik anak-anak kita mengenai keselamatan pribadi melalui komitmen senilai $800,000 untuk Yayasan Bravehearts foundation selama 4 tahun mendatang,” katanya.
 
Program Perilaku Melindungi Diri merupakan satu dari banyak opsi yang bisa diakses oleh sekolah untuk memastikan angka kekerasan terhadap anak-anak di Tasmania bisa diminimalisir.
 
"Kunci utamanya adalah masyarakat bekerja bersama-sama dengan keluarga untuk mengurangi resiko kekerasan dan mempromosikan hubungan tanpa kekerasan.

Sumber: Radio Australia