Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Hendra Pukul Istri Hingga Pingsan, Cuma Gara-gara Mau Pakai Motor
Oleh : Hendra Zaimi/TN
Jum'at | 10-06-2011 | 14:47 WIB

Batam, batamtoday - Seorang suami bernama Hendra tega memukul istrinya sendiri hingga pingsan hanya gara-gara sang istri mau memaki motornya, di rumahnya di Perumahan Marina Green Blok L/17, Batam Center, Sekupang, Batam, Rabu lusa lalu, 8 Juni 2011. kasusnya sendiri baru dilaporkan korban hari ini Jumat, 10 Juni 2011.

Sang istri yang menjadi korban, Helda Deska Putri (36) kepada petugas saat dipukul mengaku sampai pingsan beberapa saat akibat pukulan sang suami, Hendra Juvari (40), yang tepat mengenai telinga sebelah kirinya.

"Saya sampai pingsan, bu, begitu pukulan dia (Hendra) kena telinga kiri saya, dunia langsung gelap dan saya tidak ingat apa-apa lagi," tutur Helda kepada Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polresta Barelang, Iptu Yulianti Asril saat diperiksa di unit PPA.

Awal kejadian tindak kekerasan itu, kata Helda, saat dia sekitar pukul 7.00 WIB, dia hendak keluar rumah untuk sebuah keperluan lalu meminjam motor suaminya, tetapi tidak diberikan oleh sang suami.

Sang suami melarang Helda untuk pergi dan memaki motor tersebut, namun Helga bersikeras mau keluar karena ada urusan dan juga mau memakai motor. Rupanya sikap keras kepala sang istri membuat Hendra jadi gelap mata dan kemudian memukul Helda tepat pada bagian telinga kirinya hingga korban jatuh pingsan.

Selesai melakukan pemukulan, Hendra segera meninggalkan rumah dengan menggunakan motor tersebut, dan Helda mengaku tidak tahu kemana sang suami melarikan diri.

"Saya bangun, dia sudah tidak ada," jawab Helda anak beranak dua,

Kanit PPA Polresta Barelang, Iptu Yulianti Asril, mengaku belum tahu persis apa yang menjadi pokok persoalan diantara pasangan suami istri tersebut.

"Pemicunya memang soal mau keluar rumah dan pake motor, tetapi ada apa di balik itu semua, kan yang tahu pasangan suami istri itu. Karenanya kasus ini masih kita selidiki," kata Yulianti.