Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Inilah Cara Tetap Bisa Eksis di Media Sosial Meski telah Meninggal Dunia
Oleh : Redaksi
Kamis | 04-09-2014 | 11:40 WIB
eterni-me.jpg Honda-Batam
Tampilan media sosial Eterni.me.

BATAMTODAY.COM - DI saat hampir kebanyakan penduduk bumi memiliki setidaknya satu akun di jejaring sosial, pertanyaannya adalah bagaimana jika mereka meninggal dunia? Apakah dunia digital mempersiapkannya?

Apakah Anda memiliki teman, kerabat, atau saudara yang sudah meninggal dunia tapi masih menjadi teman Anda di Facebook?

Tercatat sekitar 8 ribu pengguna Facebook meninggal dunia setiap harinya. Artinya ,hingga saat ini ada 30 juta profil di Facebook yang pemiliknya sudah tak hidup lagi.

Para peneliti jejaring sosial dan digital mengatakan profil-profil dari mereka yang sudah meninggal menjadi semacam tempat bagi kita untuk mengenang mereka. Inilah yang disebut oleh para peneliti sebagai "post-mortem social networking", atau "Jejaring sosial pasca kematian".

Jed Brubaker, salah satu pakar identitas digital di Australia mengatakan, fenomena ini sebenarnya menjadi masalah besar bagi Facebook. Menurutnya, Facebook masih berusia sekitar satu dekade, tetapi harus berurusan dengan batas usia para penggunanya.

"Facebook berisiko untuk menjadi kuburan moderan. Kuburan 2.0," ujar Brubaker.

Sebenarnya apa yang diinginkan oleh para pengguna jejaring sosial kepada akunnya selepas mereka meninggal? Apakah ingin tetap eksis secara digital?

Marius Ursache, adalah salah satu pendiri situs is the Eterni.Me, yang mengaku bisa membantu Anda tetap eksis di dunia maya, meski telah meninggal dunia. "Idenya adalah orang yang meninggal tetap berinteraksi dengan teman-teman, sanak saudara, lewat avatar, menggunakan video chat atau kirim pesan," kata Ursache.

Eterni.Me hampir mirip dengan "chatting dengan skype chat tetapi dari masa lalu".

Caranya? Lewat program khusus yang akan menyusun seluruh informasi hidup Anda, semacam sistem pengarsipan yang modern dan interaktif. "Orang-orang mengatakan kita bermain-main di saat orang berduka, tapi jelas orang tersebut telah meninggal dunia, sehingga ini adalah mengenang (yang telah meninggal) dengan lebih interaktif," kata Marius mengatakan.

Hingga saat ini sudah ada 25 ribu pengguna Eterni.Me. Namun ada pula situs-situs sejenis.

Misalnya Dead Social yang mencatat dan mengarsipkan pesan-pesan Anda untuk disampaikan jika nanti sudah meninggal. Ada pula LivesOn yang menganalisis isi Twitter Anda. Dan setelah Anda meninggal, situs ini akan mengupdate status Anda secara otomatis berdasarkan hasil analisanya.

Bahkan situs ini memiliki slogan : "When your heart stops beating, you’ll keep tweeting." Artinya saat jantung kita berhenti, kita tetap bisa nge-tweet". (*)

Sumber: ABC