Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Salah Terapkan Pasal, Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Pembunuhan WN Vietnam ke Penyidik Polisi
Oleh : Roni Ginting
Senin | 04-08-2014 | 15:43 WIB
pembunuh_wn_vietnam.jpg Honda-Batam
Tersangka Andra, pelaku pembunuhan terhadap warga Vietnam, Pham i Thann Hoa.

BATAMTODAY.COM, Batam - Berkas perkara kasus pembunuhan warga negara Vietnam, Pham i Thann Hoa (40), dengan tersangka Andra bin Asman dikembalikan oleh Jaksa Penuntut disertai dengan petunjuk ke penyidik kepolisian karena dianggap salah menerapkan pasal.

Jaksa Penuntut Trianto mengatakan, penyidik Kepolisian menerapkan pasal 365 ayat 3 KUHP tindak pidana pencurian dengan kekerasan juncto pasal 351 ayat 3 KUHP tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang.

"Padahal berdasarkan keterangan tersangka dan barang bukti terungkap fakta bahwa tersangka menusuk korban dikarenakan tersangka marah tidak dibayar ongkos sesuai perjanjian dan tidak ada barang korban yang diambil," kata Trianto yang mengaku lupa jumlah ongkos yang dijanjikan, Senin (4/8/2014).

Sehingga Jaksa Penuntut memberikan petunjuk agar penyidik menerapkan pasal 388 KUHP karena melakukan tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain. "Ini murni pembunuhan, tidak ada unsur pencuriannya," ujar Trianto.

Selain itu, dalam petunjuknya, Jaksa juga meminta agar dilakukan rekonstruksi peristiwa pembunuhan yang terjadi pada 8 Mei 2014 lalu itu. "Kita juga minta dilakukan rekonstruksi sehingga melengkapi berkas perkara," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, motif pembunuhan Pham Thi Thanh Hoa (40), warga negara Vietnam, terungkap. Andra bin Rasman, terduga pelaku pembunuhan tersebut, mengaku menghabisi nyawa korban karena bayaran atas jasanya tak sesuai.

Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Polisi Moh Hendra Suhartiyono, menuturkan, kejadian bermula saat korban tiba di Batam melalui Pelabuhan Sekupang pada Rabu, 7 Mei 2014 pagi. Saat itu korban bertemu dengan pelaku, yang berprofesi sebagai sopir taksi berpelat hitam itu, dan minta diantar sampai ke tempat tujuan di daerah Batamindo.

Korban datang ke Batam hanya ingin bertemu dengan teman lamanya di daerah Batamindo, Mukakuning. Kemudian, saat menumpangi mobil pelaku, korban sempat minta diantar untuk jalan-jalan seputar Batam sebelum bertemu dengan teman korban.

Saat diantar untuk berjalan-jalan, korban masih sempat meminta nomor ponsel pelaku untuk mengantar kembali korban untuk pulang menuju Singapura.

"Pada hari Kamis (8/5/2014) pagi, korban dijemput di Batamindo Mukakuning. Pasalnya korban hendak pulang menggunakan kapal menuju Singapura pada pukul 10.00 WIB," kata Hendra kepada sejumlah wartawan.

Saat itu korban menawarkan upah jemputan dari Batamindo menuju pelabuhan Sekupang dengan tarif Rp150 ribu. Namun pelaku tidak terima dan kembali menaikkan tarif menjadi Rp300 ribu. Karena korban berkeras dengan harga tersebut, pelaku emosi.

Cek-cok adu mulut soal tarif pun muncul saat mobil pelaku sudah berada di daerah Tiban. Cek-cok itu berlanjut saat pelaku mengeluarkan sebilah pisau dapur yang disimpannya di dalam mobil.

"Saya tidak terima dikasih tarif rendah. Saat itu juga di daerah Tiban saya menusuk dia (korban) yang duduk di bangku depan di bagian perut sambil menyetir mobil," aku Andra kepada BATAMTODAY.COM di sel tahanan Mapolsek Sekupang.

Ketika ditusuk korban masih sempat melawan dan memberontak untuk keluar. Ahirnya Andra melayangkan tusukan ke leher korban. Tusukan kedua membuat korban melompat melalui kaca mobil, tepat di sekitar perumahan Mutiara View Tiban.

"Saat menusuk lehernya, dia sempat berontak dan terjun. Saya juga tak sempat mengambil harta benda yang dibawa korban," aku Andra.

Andra sendiri berhasil dibekuk di rumah mertuanya di Kecamatan Teluk Bengkong, Desa Sakarotan, Kabupaten Inderagiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, pada Rabu (21/05/2014) pukul 11.45 WIB. Saat itu, empat anggota buser Mapolsek Sekupang sudah berada di dalam rumah mertua pelaku, namun pelaku tidak ada di dalam rumah karena sedang berkebun.

Pelaku disergap oleh tim buser setelah tiba di dalam rumah. Ssaat ditangkap, Andra tidak sedikit pun melakukan perlawanan. Pada hari itu juga, Andra digiring ke Batam.

Editor: Dodo