Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dua Pria 'Pemangsa' Anjing di Tiban Batam Ini Akhirnya Dibekuk
Oleh : Irwan Hirzal
Rabu | 04-06-2014 | 15:38 WIB
IMG-20140603-01152.jpg Honda-Batam
Kedua pelaku (salah seorang tak kelihatan karena menghindari jepretan kamera) di Mapolsek Sekupang. (Foto: Irwan Hirzal/BATAMTODAY.COM)

BATAMTODAY.COM, Batam - Ada-ada saja yang dilakukan Julfadli dan Hendri Tampubolon. Mereka menyatroni rumah-rumah warga bukan untuk menggasak perhiasan atau barang berharga lainnya. Mereka mengincar anjing!

Memang, anjing-anjing milik warga yang berhasil digotong itu sebagiannya untuk dijual kembali, tapi bukan dalam bentuk utuh. Setelah dimaling, anjing-anjing itu dijagal. Sebagian daging itu dijual, sebagiannya lagi untuk lauk pauk mereka sehari-hari.

Paling tidak, sudah 10 ekor anjing hasil colongan yang sudah mereka jagal dan santap. Selama itu, mereka selalu berhasil kabur dengan barang curiannya.

Namun, aksi mereka tak selamanya mulus. Hasil 'survei intelejen' dari rumah ke rumah mesti berakhir subuh hari di perumahan Taman Duta Indah, Tiban Mc dermot, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Selasa (3/6/2014) kemarin.

Belum sempat menggotong "si guguk" milik warga di perumahan itu, aksi mereka kepergok. Alhasil, giliran keduanya yang 'dijagal' warga.

Beruntung, warga tak menjadikan keduanya 'bahan konsumsi' seperti barang colongannya. Kedua maling ini digelandang ke Mapolsek Sekupang.

Bertuturlah Hendri di hadapan polisi jika dia baru tiga minggu menjalankan aksinya di kawasan Tiban. Hebatnya, dalam tiga minggu itu sudah 10 ekor anjing peliharan warga yang berhasil disikat.

"Sebagian anjing itu saya jual dagingnya dan sebagian lagi untuk dimakan," kata Hendri di Mapolsek Sekupang, Rabu (4/6/2014) dengan wajah tertunduk.

Kapolsek Sekupang, Komisaris Robertus B Herry, melalui Waka Polsek Sekupang, Inspektur Polisi Satu Syamsurizal Sani, mengakui, kedua pencuri spesialis anjing yang beroperasi subuh-subuh ini cukup licin dan sering lolos dari kejaran warga saat melakukan aksinya.

"Keduanya ini memang sudah menjadi target polisi karena dia sudah sering beraksi di lingkungan perumahan warga saat subuh-subuh hari. Mapolsek Sekupang banyak menerima laporan atas kehilangan barang-barang berharga yang terletak di teras rumah, seperti anjing," terang Syamsurizal

Selama beraksi, kedua pelaku menggunakan sepeda motor Honda Kharisma 125 warna hitam dengan nomor Polisi BP 3931 EJ. Modusnya, motor diparkir agak jauh dari rumah yang menjadi target operasi.

Saat kepergok warga, keduanya berusaha kabur dengan melepaskan baju agar tidak mudah ditangkap. Namun, warga ternyata lebih lihai menangkap pencuri daripada menangkap anjing.

Keduanya diamankan bersama barang bukti  berupa dua pasang sepatu safety, puluhan meter kabel tembaga dalam gulungan, bor besar, peralatan kunci sebanyak satu box besar dan sepeda motor yang digunakan.

Meski cuma nyolong anjing, keduanya terancam hukuman kurangan maksimal lima tahun penjara karena dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. (*)

Editor: Roelan