Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Setelah Dijambret, Wanita Ini Ditabrak Pembalap Liar
Oleh : Romi Chandra
Minggu | 04-05-2014 | 14:49 WIB
ilustrasi_jambret.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Batam - Sudahlah jatuh tertimpa tangga pula. Demikian yang dialami Ma (21), wanita keturunan Tionghoa. Setelah menjadi korban penjambretan, Ma malah tertabrak pengendara ugal-ugalan saat ingin melapor ke kantor polisi, Sabtu (3/5/2014) malam.

Kejadian berawal saat Ma dibonceng temannya, In (29), yang mengendarai sepeda motor Jupiter di jalan kecil depan Vihara Seipanas menuju ke Simpang Kuda, sekitar pikul 20.30 WIB. Ketika melewati persimpangan kedua, datang dua orang yang berboncengan dengan motor dari belakang Ma dan In yang melaju lambat.

"Di persimpangan kedua tersebut kami belok ke kiri, di sana gelap. Tiba-tiba ada dua orang pakai motor datang dari belakang dan langsung merampas tas yang saya taruh di atas paha. Posisi duduk saya menyamping," papar Ma ketika membuat laporan di Polsek Batam Kota.

Karena kaget tasnya dirampas, Ma pun terjatuh dari motor. Sementara tas miliknya berhasil dibawa kabur. "Sebenarnya bisa dikejar, tapi karena saya jatuh mereka berhasil kabur dengan membawa tas saya," ungkap Ma.

Ma mengakui baru pertama kali melewati jalan tersebut. "Kami dari rumah saya di Batam Center. Rencananya mau pergi ke Nagoya. Saya juga heran kenapa teman saya (In) lewat jalan itu," tambah Ma.

Selanjutnya, Ma ingin membuat laporan atas kejadian yang baru dialaminya ke Mapolsek Batam Kota. Namun, saat melewati bundaran dekat Hotel Harris Batam Center, Ma dan In malah ditabrak oleh pembalap liar yang sering menggelar aksinya di sekitar situ.

Akibatnya, Ma dan In kembali mengalami luka lecet di bagian kaki. Sebelumnya mereka juga ke rumah sakit untuk mengobati tangan Ma yang lecet saat dijambret.

Berdasarkan pengakuan Ma di Mapolsek Batam Kota, tas yang berhasil dibawa kabur jambret tersebut berisikan dua ponsel merk Samsung dan Nokia. Selain itu, juga terdapat uang Rp3 juta yang terdiri dari pecahan rupiah Rp700 ribu, 150 dollar Singapura dan 250 ringgit Malaysia.

"Semua barang berharga saya taruh dalam tas. ATM, KTP, paspor dan kunci rumah juga di dalam tas. Yang paling penting sekali ada USB yang menyimpan data-data penting tempat saya bekerja," kata wanita yang bekerja di salah satu perusahaan properti tersebut. (*)

Editor: Roelan