Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Akhirnya, Google Jual Motorola ke Raksasa Cina
Oleh : Redaksi
Jum'at | 31-01-2014 | 11:21 WIB

BATAMTODAY.COM - Raksasa teknologi AS, Google, akhirnya menyerah untuk berkecimpung langsung di dunia selular. Perusahaan yang bermarkas di California itu menjual produsen ponsel pintar Motorola kepada Lenovo seharga 2,9 miliar US dolar.

Dengan penjualan tersebut Google mengakhiri petualangan naas sejak membeli Motorola seharga 12,4 miliar US dolar pada 2012 silam. Bersama Google, Motorola mengalami kerugian sebesar 2 miliar US dolar dan terpaksa memangkas jumlah pegawai dari 20.000 menjadi 3.800 orang.

Google sebelumnya sudah menjual sebagian bisnis Motorola kepada Arris Group Inc sebesar 2,35 miliar US dolar. Kendati melepaskan semua sahamnya, perusahaan yang dikenal dengan mesin pencarinya itu masih memegang sebagian besar hak paten yang didaftarkan atas nama Motorola.

"Google tidak pernah berniat terjun ke bisnis ini," kata Brian Wieser, Analis di Pivotal Research Group kepada Bloomberg. "Apa yang mereka bidik adalah hak paten milik Motorola," ujarnya ketika Google menjual Motorola Home kepada Arris Group.

Google dan Motorola termasuk ke dalam Open Handset Alliance yang mengembangkan peranti lunak Android. Dengan mengakuisisi Motorola, Google mengamankan lusinan hak paten di dalam sistem Android yang dimilik oleh Motorola.

Kebanyakan investor menilai Motorola sebagai beban yang menggerogoti keuntungan Google. Prespektif tersebut tercermin pada reaksi bursa saham Wall Street terhadap kabar penjualan Motorola kepada Lenovo. Nilai saham Google langsung melejit sebanyak 28,8 US dolar menjadi 1.135 US dolar pada penutupan sore.

Ketika Google menarik diri dari bisnis selular, Lenovo sebaliknya sedang mempersiapkan ekspansi besar-besaran. Bersama Motorola, raksasa komputer asal Cina itu menjadi perusahaan kedua di dunia setelah Apple yang menjangkau pasar global dengan komputer, ponsel pintar dan komputer tablet.

Pembelian Motorola adalah transaksi berskala besar kedua yang ditandatangani Lenovo. Pekan lalu perusahaan yang bermarkas di Beijing itu mengakuisisi sebagian besar bisnis layanan server IBM seharga 2,3 miliar US dolar.

Lenovo sebelumnya juga sempat diisukan akan membeli BlackBerry yang tengah dirundung prahara tahun lalu. "Pembelian Motorola membuat Lenovo sebagai perusahaan yang harus diamati," kata Frank Gillet, Analis di Forrester Research. (*)

Sumber: Deutsche Welle