Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pendapatan Bunga Bersih Danamon Naik 5 Persen
Oleh : Redaksi
Kamis | 17-10-2013 | 19:50 WIB

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Laba bersih setelah pajak (NPAT) konsolidasi yang diperoleh Bank Danamon mencapai Rp3 triliun. Perolehan sembilan bulan pertama 2013 itu meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp2,99 triliun.

Laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih yang naik 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp10,1 triliun. 

Sementara, pendapatan non bunga (fee income) tumbuh 12 persen menjadi Rp3,7 triliun. Danamon membukukan pertumbuhan kredit sebesar 14 persen menjadi Rp129 triliun pada September 2013. 

Pertumbuhan kredit yang positif ini didukung oleh pertumbuhan kredit di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebesar 14 persen. Kredit UMKM mencakup 31 persen dari total portofolio kredit Danamon. 

Pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance mencatatkan pertumbuhan sebesar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sejalan dengan tanda-tanda pemulihan pada industri otomotif setelah periode penyesuaian terhadap dampak dari regulasi down payment

Kredit kepada segmen komersial tumbuh sebesar 27 persen pada kuartal ketiga tahun 2013 dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp14,8 triliun, sementara kredit ke segmen korporasi membukukan pertumbuhan sebesar 29 persen menjadi Rp14,3 triliun.

"Di tengah adanya tekanan inflasi dan mata uang yang melemah, pondasi perekonomian Indonesia yang kuat memungkinkan iklim usaha yang kondusif. Hal ini menciptakan kinerja yang baik bagi industri perbankan dan kondisi ini mendorong Danamon untuk mempertahankan pertumbuhan yang positif pada sembilan bulan terakhir," kata Henry Ho, Direktur Utama Danamon, dalam siaran persnya, hari ini.  

Kredit Danamon ke segmen usaha mikro melalui Danamon Simpan Pinjam tumbuh sebesar 8 persen menjadi Rp19,8 triliun pada kuartal ketiga tahun 2013 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kredit ke segmen usaha kecil menegah tumbuh 21 persen menjadi Rp20,2 triliun. 

Secara total, kredit mikro dan UKM berkontribusi 31 persen terhadap total kredit Danamon. Kredit kepada segmen komersial tumbuh 27 persen pada kuartal ketiga tahun 2013 menjadi Rp14,8 triliun. Kredit ke segmen Korporasi tumbuh 29 persen menjadi Rp14,3 triliun.

Pada kuartal ketiga tahun 2013, kredit kendaraan bermotor melalui Adira Finance tumbuh 5 persen dibandingkan pada kuartal ketiga tahun 2012 menjadi Rp47,4 triliun. Pertumbuhan kredit yang lebih baik ini sejalan dengan pemulihan pada industri otomotif, yang sebelumnya terkena dampak dari regulasi down payment

Pada sembilan bulan pertama tahun 2013, penjualan motor tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu menjadi 5,8 juta unit. Sementara itu, penjualan mobil tumbuh 9 persen pada periode yang sama menjadi 891.000 unit.

"Pertumbuhan kredit Danamon pada sembilan bulan terakhir tahun ini disertai oleh kualitas aset yang terjaga. Rasio non-performing loans (NPL) turun menjadi 2,2 persen pada akhir bulan September 2013 dibandingkan 2,5 persen pada tahun sebelumnya," kata Vera Eve Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Danamon.  

Danamon juga mencatatkan peningkatan fee income sebesar 12 persen pada kuartal pertama tahun 2013 menjadi Rp3,7 triliun, yang disebabkan oleh kenaikan pos-pos pendapatan terkait penyaluran kredit (credit related fees) sebesar 10 persen menjadi Rp2,7 triliun, dan pertumbuhan pendapatan dari transaction banking sebesar 23 persen menjadi Rp255 miliar.
 
Pada sisi pendanaan, total dana pihak ketiga Danamon membukukan pertumbuhan year-on-year sebesar 16 persen menjadi Rp102,3 triliun pada September 2013. Giro (current accounts) tumbuh 55 persen dan tabungan (savings accounts) tumbuh 3 persen masing-masing menjadi Rp20,7 triliun dan Rp26,5 triliun. 

Secara keseluruhan, Giro dan Tabungan (CASA) tumbuh 21 persen menjadi Rp47 triliun dan deposito tumbuh 12 persen menjadi Rp55 triliun. Sementara itu, pinjaman dan dana jangka panjang tumbuh 15 persen menjadi Rp28 triliun. 

Sampai dengan 30 September 2013, rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga (regulatory loan to deposit ratio) menjadi 99 persen dari 103,5 persen pada tahun sebelumnya. Rasio kredit terhadap total pendanaan (loan to total funding), yang memperhitungkan dana pihak ketiga dan dana jangka panjang, berada pada posisi 88,4 persen pada akhir September 2013, dibandingkan 89,5 persen pada tahun sebelumnya. 

Selain itu, rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasi Danamon berada pada 18,3 persen, sementara CAR standalone berada pada posisi 18,1 persen. Return on Average Asset Danamon berada pada posisi 2,5 persen, sementara Return on Average Equity  berada pada posisi 14,5 persen. (*)

Editor: Dodo